Menerawang Ruang dan Waktu

Menerawang Ruang dan Waktu
Puisi : Edy Pryatna

Pernah banyak jejakku di buana ini
meninggalkan hutan gunung perairan
menjejakkan kaki menginjak tamasya
menanjak bukit menyeruak keras
menyampang dayung melaju kapal
merisik penawar rasa di ingat-ingat
selepas makna kasih yang kudapat
sesuatu bukan sekedar terai
sesuatu bukan sekedar ujaran
sesuatu bukan sekedar pengorbanan badan

Jika itu sekedar melalui
eksak hati akan teraniaya
semisal hanya sekedar perkataan
beberapa dalam kerusakan
asal cinta sekedar pengabdian
jangan ada damai dalam nyawa
bocor dengan sebutan
mencetak dengan dedikasi
menerawang ruang dan waktu
menerima kekuatan untuk terus bepergian

(Pondok Petir, 25 September 2013)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

2 Komentar