diseperempat waktu akhir malam malam yang membawaku terdiam terdiam menatap jam dinding dinding kamarku terbalut hening hening dalam hati menunggu menunggu saat datang mentari mentari pagi dicakrawala rindu rindu kekasih…

Mulut komat kamit pantat jungkat jungkit lafadz ayat suci mengalir lancar luar kepala tapi sayang hanya terucap dibibir saja gerak tubuhnya laksana beribadah dalam pikirannya tak tentu arah kepalanya terbalut…

berbekal setangkup kesederhanaan hijau huma terhampar ditinggalkan melukis mimpi diujung pagi buta silau pandang gemerlap keping harta anak semata wayang bermata coklat menatap sayu dalam pelukan ibunya tak menyurutkan niatnya…

aku berlutut dilantai dibawah ujung kakimu serpihan hati yang terburai kupunguti satu per satu butiran air mataku tumpah membasahi bumi yang kering membalut sendiri luka bernanah batin menjerit dimalam yang…

  bercermin pucat wajah bibir kering pecah pecah sorot mata landai rendah tubuh layu lunglai lemah perut kosong keroncongan seharian tak terjamah makanan leher tercekik menahan dahaga pantang minum barang…