ketika mentari masih enggan menampakkan sinarnya saat tubuh malas mendengkur sambil memeluk guling gadis itu tengah menyisir setiap jengkal ruas jalan raya ayunkan tongkat bambu menyambung seikat sapu biting menepis…

jemari tanganmu masih lincah menari diatas tuts mesin tulis meski malam sudah menjelang pada sepertiga masa akhirnya dibenakmu terawangkan imaji terbang menembus tulang teralis sekedar menyerupa bias batin yang bersemayam…

gemerincing suara gunting menyela rambutnya yang ikal lengkung senyum tersungging manja dibibir seorang gadis garis keindahan wajah melapis permukaan cermin kristal seiring dengan usianya yang mengalir ke angka tujuh belas…

Puisi Karya : Zoel Z’anwar Aku yang orok–terlahir di jaman pesawat tempur dan fusi-fusi nuklir tiba-tiba menjadi raksasa, setinggi gunung, securam tebing, sedatar katulistiwa sebiji mataku lompat ke awan. menertawaiku karena…