Home / 2013 / September

Monthly Archives: September 2013

Balada Gadis Penyapu Jalan

ketika mentari masih enggan menampakkan sinarnya saat tubuh malas mendengkur sambil memeluk guling gadis itu tengah menyisir setiap jengkal ruas jalan raya ayunkan tongkat bambu menyambung seikat sapu biting menepis setiap keping sampah dan runtuh dedaunan menyeka lapis pasir yang ...

Read More »

Nasihat Seorang Tua Kepada Anak Gadisnya

nduk, anakku mengapa kau simpan tangis disudut matamu sedang melati di kebun belakang riuh bermekaran menunggu jemarimu meronce satu demi satu sebagaimana biasa kau jadikan perhiasan di meja kamarmu coba lihatlah diseberang sana ribuan sayap kupu kupu menari indah memanggilmu ...

Read More »

Sajak Penyair Amatiran

jemari tanganmu masih lincah menari diatas tuts mesin tulis meski malam sudah menjelang pada sepertiga masa akhirnya dibenakmu terawangkan imaji terbang menembus tulang teralis sekedar menyerupa bias batin yang bersemayam dirongga jiwa bibir tersenyum manakala syairmu telah terbaca sekian ratus ...

Read More »

Di Boven Digoel: Menghitung Akar Lumut

Puisi Karya :Zoel Z’anwar Dari leher koreom, ada sepasang angin yang membawa kabarmu, jauh ke port de kock, nganga hati menunggu seperti biji-biji api menjilati batavia. sepasang anak yang bermain patok lele berkejaran di rimbun teki di luas bawah gadang. ...

Read More »

Jebreeeettt… Kita Menaaaang !!

suasana begitu tegang detak jantung terhenti ribuan nafas tertahan menunggu yang kan terjadi papan skor masih berimbang enam untuk kita enam untuk mereka tiba giliran seorang anak muda vietnam angka lima belas tertulis dipunggungnya kulit bundar ditancapkan dititik pinalti bersikeras ...

Read More »

Selendang Salsabila

gemerincing suara gunting menyela rambutnya yang ikal lengkung senyum tersungging manja dibibir seorang gadis garis keindahan wajah melapis permukaan cermin kristal seiring dengan usianya yang mengalir ke angka tujuh belas dibenaknya tersusun rencana menggelar pesta meski sudah terlampau sekian hari ...

Read More »

Mata Absurd Katulistiwa

Puisi Karya : Zoel Z’anwar Aku yang orok–terlahir di jaman pesawat tempur dan fusi-fusi nuklir tiba-tiba menjadi raksasa, setinggi gunung, securam tebing, sedatar katulistiwa sebiji mataku lompat ke awan. menertawaiku karena dia mengenal rupa-rupa katanya, tanahmu, bumimu, bumi sampah, sampah-sampah memamah ...

Read More »

Merah Putih Mengalir Dalam Nadiku

Puisi Karya : Dewi Kurniasari Indonesia Raya begitu merdu berkumandang entah tuk keberapa kali selama umur kusandang kembali membuat jiwaku gerah meradang karena Indonesia ku belum sepenuhnya senang . Indonesia Raya dengan syahdu tenang berdendang menegur rakyat yang lalai dan ...

Read More »

Secarik Pesan Dari Orang-orang Hilang

memang darah dan daging ditubuh kami sudah jadi tanah atau tercabik oleh gerigi tajam ikan buas didasar samudera tulang belulang kami telah lama berserakan bercampur sampah bersemayam didalam bilik misteri dan tiada satupun bisa menerka apakah kalian pikir kami telah ...

Read More »