Home / 2014

Yearly Archives: 2014

Pada Akhir Tahun Ini Aku Hanya Memiliki Rindu

Pada Akhir Tahun Ini Aku Hanya Memiliki Rindu Puisi : Edy Priyatna Saat aku menginginkanmu kugoreskan semua rasa kurangkai semua ungkapan kata menjadi bait-bait sajak suka di dalam hatiku Saat aku mulai rindu kunikmati semua tangisku kubayangkan dirimu tersenyum menatap ...

Read More »

Masih Adakah

Masih Adakah Puisi : Edy Priyatna Masih adakah masa depan bagi komunitas kami bertautan seperti lingkaran dari seutas tali? Bagaikan api dalam sekam yang memercik keadaan disekeliling kami mungkin hadirmu dalam mimpiku adalah karena cinta yang hidup matikah bila mengering ...

Read More »

Dentang Lonceng

Dentang lonceng terdengar, sayup-sayup kidung terdengar Merayakan kembali ke titian awal menjadi suci Lonceng masih terdengar semakin keras mendekati tepat pukul 12 malam Dan mulai berdentang kembali Sampai terdengar kidung-kidung lagi menyibakan kesunyian malam dengan nyanyian pujian untuk Tuhan   ...

Read More »

Menunggu Kekasih

Menunggu Kekasih Puisi : Edy Priyatna Tak kuhitung waktu saat menunggumu pasti akan terasa lama sekarang ini pun sudah kurasakan kau tak kunjung datang padahal jamku sudah lewat dan bila aku membilang mungkin sudah lebih dari tiga jam ketika akhirnya ...

Read More »

Derita Air

Dalam bias mentari pagi saat kakiku mulai menapak menuju telaga Semakin dekat kudengar suara gemericik dan alunan melodi dari air yang begitu tenang Memerangkapkanku dalam gejolak tak terurai dalam kotak-kotak hati     Tak terasa aku terseret ke ambang kesedihan ...

Read More »

Lukisan Cepat

Lukisan Cepat Puisi : Edy Priyatna Malam sunyi di balik pintu seperti embun yang lepas di tengah ubun-ubun…….. kau masih saja bergerak semilir ketika kuhirup udara pagi

Read More »

Basmi Koruptor

Lihat petaka yang terjadi di negeri ini Saat-saat tikus-tikus koruptor telah banyak mengambil uang rakyat Tapi para koruptor tak pernah hilang dari bumi pertiwi ini Seperti datang dan pergi dalam memori yang kadang mengaburkan logika Marah Kesal Tak dipungkiri itu ...

Read More »

Puisi Untuk Istriku

istriku, sudah sekian lama kita bersama menyusuri waktu yang mengaliri jalan kita yang berliku tajam lihatlah sawah ladang yang dulu pernah kita kerjakan bulir bulir padi yang kita tanam kini tampak menguning menunggu saat musim panen tiba masih tergambar jelas ...

Read More »

Seribu Wajah Cinta

cinta, betapa indah rupawan parasmu saat kau tiba bagai kuntum bunga mawar yang sedang mekar meski diam namun dalam hatinya berdebar membuat bola matanya cerah berbinar jadikan raut wajahnya terang bersinar cinta, mengapa di wajahmu selalu tampak letih saat kedua ...

Read More »

Hai Gadis Mangapa Kau Menangis

hai gadis mengapa kau menangis kau tak kan sanggup menahan bumi berhenti berputar kau tak pernah bisa membuat mentari berhenti bersinar biarlah bintang menjemput rembulan di malam gulita biarkan embun menetes jatuh di pucuk daun cemara hai gadis mengapa kau ...

Read More »