Home / 2014 / February

Monthly Archives: February 2014

Lihatlah Negeri Ini

Lihatlah Negeri Ini Puisi : Edy Priyatna Lihatlah negeri ini dengan matamu lebar-lebar semua orang menjadi malu karena ulahmu sebentar lagi negara ini akan rusak berantakan menjadi bulan-bulanan bangsa lain sekali lagi bukalah mata hatimu sebelum azab mendatangi dirimu Sekarang ...

Read More »

Duka Bukan untuk Negeriku

Duka Bukan untuk Negeriku Puisi : Edy Priyatna Rasa sedihku bukan untuk negeriku tetapi buat para tukang pembuang sampah yang bekerja setiap hari tanpa alas kaki tak mengeluh telapaknya terbakar aspal panas dan ikhlas kulitnya kerap tersengat matahari Tangisku untuk ...

Read More »

Cerianya Anak-Anak

Saat kulihat keceriaan yang tampak dari wajah-wajah mungil dengan semburat merah dipipinya Tak kusangka bias-bias ceriamu membuatku terlena Dalam pelukan kedamaian di hati   Tak kusangka dalam derai tawa anak-anak Membuatku mengurai sisa-sisa  binar kebanggaan buat hati mereka Dalam sujud ...

Read More »

Selalu Siap Mendengar

Selalu Siap Mendengar Puisi : Edy Priyatna Selagi candra tiba demi kupandangi sumbermu nan manis kasmaran pancar melalui lorong jiwaku Sasap pada catatan terpahat tak pernah tetap batin gemulai berirama hati patut apa jadinya jantung ini damai Semasa bulan datang ...

Read More »

Lukisan Alam

Lukisan Alam Puisi : Edy Priyatna Mempunyai tersedan dalam pelukan terlukis dalam aliran cerita bersikap dalam ucapan lawas dihembus oleh harapan Sasap pada catatan terpahat tak pernah tetap perkiraan lukisan alam memukul pilu daun ventilasi Selintas mimpi berputar di ruang ...

Read More »

Cinta Terlambat Hadir

kala sekuntum bunga merekah ditengah musim semi tiada mampu tundukkan hasratku untuk memetiknya hingga kelopaknya luruh jatuh dan terbawa angin pagi kubiarkan saja berlalu tanpa rasa yang menepi di dada entah apa yang tlah terjadi didalam relung batinku ini bulir ...

Read More »

Absolut Dapat Beralih

Absolut Dapat Beralih Puisi : Edy Priyatna Sempatkah kau mengenangkan keterasingan kamu kekurangan membelenggu arwahmu waktu belum tak perlu lagi kau buat berhubung akan hampa pertalian kau menimbang mengapa kita harus bertemu serempak berpisah pada waktu setingkat tanpa pernah pertimbangan ...

Read More »

Menerawang Ruang dan Waktu

Menerawang Ruang dan Waktu Puisi : Edy Pryatna Pernah banyak jejakku di buana ini meninggalkan hutan gunung perairan menjejakkan kaki menginjak tamasya menanjak bukit menyeruak keras menyampang dayung melaju kapal merisik penawar rasa di ingat-ingat selepas makna kasih yang kudapat ...

Read More »

Biarlah Cintamu Kubawa Pergi

karam disudut palung pengharapan menggapai pucuk tunas daun cemara sejenak terdiam di sisi jurang penantian tanganku meraih bayang semu arti cinta sekian waktu menunggu terbuang percuma tiada lagi tersirat makna diri bagimu tuan tersadar bahwa aku bukanlah siapa-siapa bersandar pada ...

Read More »

Sebentuk Keinginan Karakter

Sebentuk Keinginan Karakter Puisi : Edy Priyatna Belum beberapa jauh melalui tabiat telah terasa mendalam kendati seperti tak tersurat melalui itu pernah mampir qadar tak bisa tambak sendiri dan keluarga juga hidup terangan-angan seraya hati jadi lukisan sebentuk keinginan karakter ...

Read More »