Dia Datang Puisi : Edy Priyatna Tengah malam di kala hujan turun merintik dia datang mengetuk pintu jiwaku sementara angin mengusap wajahku berat rasanya kelopak mataku sesudah itu tak lagi…

Seandainya Puisi : Edy Priyatna Seandainya aku dapat terbang tinggi akan ku hampiri gunung yang indah itu bertengger tepat di atas puncaknya dan akan aku tancapkan jiwaku lalu akan aku…

Kepada Nunil Puisi : Edy Priyatna Nunil….. kamu terkadang bisa buat kita senang… tapi kamu juga bisa membuat kita terluka… dikala kau senang… dikala kau sedih….. dikala kau tertawa……. dikala…

Gempa 1 Puisi : Edy Priyatna (dalam tidurku…) mentari tenggelam di lautan jingga rembulan kerap sembunyi di balik awan angin menerpa bumi badai membelah laut kelam (saat terjaga….) mentari merangkak…

Pertemuan Puisi : Edy Priyatna Ditempat ini kita bertemu melepas segala rindu kita ciptakan semua seperti mentari melukiskan pelangi Hari demi hari berlalu ………. Berdua kita menyusun hari-hari pegang tanganku…

Lematang Puisi : Edy Priyatna Setelah sampai diujung perjalanan pada saat jiwa mulai lelah hingga peluh membasuh badan kupandangi dirimu dengan mata telanjang terlihat nyata….. wajah cantikmu terbujur membentang bening…

Menunggu Hujan Reda Puisi : Edy Priyatna Menunggu hujan reda entah sampai kapan kulupakan setiap rautmu yang pernah datang Pada setiap rintik hujan yang jatuh mendetak sentak sepiku dalam kalbu…

Alam Semesta Mulai Berubah Puisi : Edy Priyatna Langit tak biru lagi burung-burung mulai enggan terbang angin diam tak bergerak desirnya sirna Ranting-ranting kering tubuhnya kandas rembulan sedikit redup malam-malam…

Kata Yang Tak Terucap Dilesap angin sepoi saat aku mulai menyusuri danau Birunya air melenakan hati dan bermandikan kabut yang mulai menyelimuti Tapi tak mengurungkan niatku tuk melihat keindahanmu di…