Belum Terlambat Puisi : Edy Priyatna Pada hari yang baik selama ini aku terlupa menyediakan payung untuk berlindung dari hujan deras yang memukul kepala dan panas terik yang membakar otak…

Pesan Ibu Puisi : Edy Priyatna Ibu, kemarin aku mengenangmu teringat ketika aku salah dan lari dari rumah aku dimarahi ibu karena telah merebut makanan adikku setelah itu ternyata engkau…

  Bosan aku melihat situasi yang terjebak oleh kata-kata yang membuat perpecahan Ini Indonesiaku, masihkah ada yang tega memecah belah bangsa hanya untuk dirinya sendiri, dimanakah nuranimu??? Saat kalian tahu…

Oh, Ibu Puisi : Edy Priyatna Langkah-langkah kakimu masih selalu kuingat cerita-cerita pilu dan mengharukan membuatku tegar dan senantiasa mengagumimu dalam dinding kalbu nan putih kusiapkan ruang untuk merindumu walau…

Bunda Puisi : Edy Priyatna Didekatmu aku merasakan semua getaran detak jantung yang bernyanyi indah pada setiap mimpi yang merayap juga saat sinar bergerak perlahan mengukir jiwaku engkau adalah bulan…

Kepada Ibunda Tercinta Puisi : Edy Priyatna Tarikan nafasmu adalah jiwa diriku kelelahanmu tak pernah tergambar diwajahmu padahal langkahmu tak pernah berhenti dalam perjalanan hidup ini setiap saat selalu merangkai…

Kepada Hutanku Puisi : Edy Priyatna Engkau sangat lebat dan perkasa ketika pertama kali melihatnya dulu ketika kini aku mengingatnya kembali sangat indah mempesona dan mengagumkan kau dulu laksana paru-paru…

Kembali ke Masa Lalu Puisi : Edy Priyatna Gemuruhnya letusan gunung keserakahan panasnya lahar meleleh menjadi ambisi dunia sumpah sampah terucap demi kenikmatan ciptakan mantra-mantra syirik tenggelamkan rakyat dalam lumpur…

Kepada Sahabatku Puisi : Edy Priyatna Gunung merdeka telah kita naiki rintangan perjalanan menuju cahaya asa masa depan kita semua puncak kebahagian Waktu terus berputar rasa rindu selalu ada meski…