tertulis di selembar kisah tentang lelaki bersorban hijau di tengah pelataran yang penuh bebatuan di musim kemarau dia terdiam bersama kehenigan batin yang tulus murni seraya pucuk-pucuk daun perlahan bersemi…

Tanpa mampu aku berkata-kata lagi saat resonansi indah tampak di langit dengan bintang yang cemerlang berharap kenyataan akan datang padaku untuk bisa berada di sana bersama bintang tinggi di langit…

Aku bukan penyelamatmu meski kau memandangku begitu Aku tak selalu bisa Tak selamanya aku akan ada   Aku bukan pahlawan Mohon jangan berpikir yang bukan-bukan Aku juga bukan bidadari Ada…

Dalam detik-detik jumpa tak ada yang menagih tak ada yang merontah cuma keisengan Waktu mulai bergulir kata demi kata kalimat demi kalimat terangkai hingga menjadi sesuatu yang berarti kadang menyentuh…

Kapan terakhir kali kau menghargai beliau? Hari-hari sibuk dengan rutinitasmu sampai lupa jadwal bertemu seakan tiada sempat bertamu   Ah, hentikan basa-basimu dan segala puja-puji semu Bukannya mau menuduhmu palsu…

Menciptakan malam penuh kerlap kerlip Menatap langit seperti terlihat lampu-lampu yang menyala Seperti terang yang datang Untuk menyapa manusia di saat dentang bel gereja berbunyi   Saat manusia berlutut untuk…