Biarkan aku berlari tanpa henti mencari dan terus mencari meski (kesannya) tanpa pasti hingga aku yakin sendiri.   Biarkan aku berhenti sejenak melepas penat Hidup ini memang tak selalu enak…

Tak Bosan Puisi : Edy Priyatna Tak bosan mataku melihat diri sendiri sementara jari-jari tangan terus menari memilih huruf-huruf hidup dan mati otakku selalu berpikir tanpa putus asa untuk mencari…

Berpacu dengan waktu saat pagi mulai merekah Kelopak-kelopak harapan mulai terbit saat mulai kuuntai sampah-sampah satu persatu Detak –detak waktu berlalu saat mentari mulai ada di atas kepala…. Kembali kurajut…

Bangunkan aku, sayang, jika aku tidur terlalu lelap. Masih banyak yang harus kita kerjakan. Semoga semangat ini tidak lekas menguap.   Bangunkan aku, sayang, jika aku masih enggan beranjak. Jangan…

Hari itu terlalu indah. Mengapa kalian harus merusaknya? Ya, Tuhan – kami lelah. Mau sampai kapan kalian bertingkah bak ratu drama?   Hari itu terlalu indah. Dia hanya butuh tersenyum,…

  selamat pagi Jakarta langit kelabu memayungi pelataranmu sementara rintik hujan kini perlahan luruh basahi wajah muram anak-anak jalanan bibirnya membiru menahan luka hati menatap kumbang dan belalang beradu taji…

Setetes air sumber kehidupan…. Kini hilang entah kemana Hanya ada air yang menghitam oleh zat-zat kimia Penuh debu Mengalir membawa duka di hilir Entah sampai kapan Semua ini berhenti Warnamu…

Sajak Cinta Puisi : Edy Priyatna Bergerak merayap terbang tinggi ke angkasa menuju ujung langit mengabaikan ratusan hijab pada awal membantah kenyataan akhirnya berjalan tanpa kaki memandang bumi yang raib…