Wahai, pujangga favoritmu apa kabarmu? Sudah lama kita tak bertemu (Terlalu!) Karya-karyamu kurindu   Setahun berlalu Bertambah usiamu seiring susutnya waktu Adakah perbaikan tingkah maupun laku?   Wahai, pujangga favoritku…

Bersyukurlah akan hari itu saat dia mendadak lenyap bagai hantu tanpa ucapan apa pun untukmu Tak perlu sedih begitu   Bersyukurlah saat pengaruhnya kalah sementara kau berjuang tanpa lelah agar…

Mendekap kesunyian saat aku tahu aku ditinggalkan Saat mungkin tak mungkin bersama Berbeda dalam irama waktu dan usia Aku tahu diri, membaur tawa dan tangis bersamaan   Tapi kesendirian toh…

Kenangan Usang di tengah perjalanan yang pernuh keluh kesah aku merasa lelah di tengah peluh membasah kusandarkan tubuhku yang rapuh di tepi jalan kukenang kembali masa yang telah lama silam…

Dingin menyelimutiku hari ini, Ayah dan bukan hanya karena ingatan tentangmu Hari ini aku merasa payah dan lemah Takutnya kau akan kecewa bila melihatku   Dingin masih mengusikku, Ayah Kukira…

Melepas pagi di ayun angin saat kulangkahkan kaki Di antara pepohonan pinus Membasahi embun pagi di dedaunan yang menggulir perlahan Jatuh seperti tetesan indah Hanya terdengr suara burung bernyanyi pagi…

Kau Tetap Menyimpan Riwayat Puisi : Edy Priyatna Kau tetap menyimpan riwayat pada pintu gerbang kecil sesuatu senantiasa telah terhunus mengalir cairan pekat berwarna putih sebagai kelangsungan pemburuan dapat membuat…