Mimpiku Untuk Anisa

mimpi

 

Anisa,
mungkin benar kata orang bahwa cinta itu indah
tapi aku tak bisa menikmati keindahan air sungai yang jernih laksana kristal
berkilau diterpa mentari pagi mengalir disela sela batu kali dilereng bukit
sebab benakku tak mampu lagi tinggalkan sketsa wajahmu yang bening dan lembut

mengingatmu, memikirkanmu, menunggumu
bagaikan bilah bilah piano yang setiap waktu aku mainkan
sebilah saja aku tekan, sealun nada terpendar diseluruh ruang
bila ketiga bilah itu aku tekan bersamaaan
maka terciptalah buaian harmoni lagu syahdu meradang

menangis untukmu, kecewa tanpamu, merindukanmu
bagaikan tiga utas dawai yang terjalin rapi pada leher gitarku
seutas dawai aku petik, memancarkan kepedihan yang mendalam
bila kupetik ketiganya sekaligus, membuat segenap perasaanku hangus

Anisa,
ternyata mengagungkan cinta, harus ditebus dengan duka lara
adalah sebaris kata dari pujangga yang telah terbukti kebenarannya
aku disini bersaksi, tiada lagi yang mampu mengganti kehadiranmu kini
meski pedih dan perih rasa dihati, aku tak akan sanggup melihatmu pergi

menitikkan airmata, memeluk hati terluka, menahan sesak didada
bagaikan notasi notasi angka, yang aku goreskan pada selembar kertas
ketika aku mencipta sebuah lagu untukmu
satu notasi aku tulis, sedendang nada terlukis
bila ketiganya telah tertuang, seikat tembang tak mampu kunyanyikan

tertawa bersama, bercanda berdua, bercengkerama kita
bagaikan bait bait syair yang aku torehkan dalam puisiku untukmu
sebait sajak telah terpahat, menambah pekat api semangat
bila ketiganya telah tersurat, membawaku melayang sesaat

Anisa,
seandainya aku punya sayap, aku ingin mengajakmu terbang ke angkasa biru
akan aku petik bintang bintang dan kuselipkan diantara hitam rambutmu
semisal aku punya sirip, aku ingin membawamu menyelam ke dasar palung
akan ku cungkil selaksa mutiara, aku hadiahkan untukmu sebuah kalung

tapi sayang Anisa,
itu semua hanyalah bunga mimpiku sendiri
yang mungkin tak pernah sedikitpun kau sadari
apa yang aku rasa, apa yang aku inginkan
masih berupa bayang bayang

aku sedang bercinta dengan ilusi
aku sedang bercumbu dengan mimpi
dan aku sekedar bercanda dengan angan angan

tapi aku tetap berharap keajaiban kan datang
yang mampu membangunkan tidur lelapku semalam
dan menjadikan mimpiku menjadi kenyataan

ketahuilah Anisa,
pada dirimulah aku tambatkan semua harapan

 


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 283 x, hari ini 1 x

Post Comment