aku melihat kabut putih membubung diatas nyala api yang menjilat-jilat merayapi ranting sambung-menyambung hamparan langit berselimut makin pekat burung dan belalang berlarian kesana kemari sekadar mencari tempat ‘tuk bersembunyi pucuk-pucuk…

aku ingin bertanya kepada diriku sendiri masih pantaskah orang menyebutku patriot apalagi punya rasa nasionalisme yang tinggi sedangkan cara berpikirku masih kolot sekadar berdiri bermandi cahaya matahari sambil merapatkan jemari…

  mengingatmu hanyalah membangkitkan mimpiku yang tlah lama terkubur bunga-bunga yang dulu pernah mekar kini tampak uzur berserakan di batas penantian di akhir gerbang pengharapan   masih pantaskah gambarmu kupasang…