“TERLALU DINI UNTUK CINTA?”

Enggan kusebut ini cinta Terlalu dini rasanya mengingat kita jarang berjumpa   Kurasa ini masih ambigu dan aku masih terlalu malu Mungkin kau tertawa bila tahu   Namun ada yang nyata seperti senyum itu yang mencipta bahagia atau sajak-sajakmu penembus…
“JUJUR?”

Jujur selalu? Ah, jangan naif begitu apalagi disertai kekasaran itu meski sesuai maumu hanya agar mereka tahu semua isi benakmu Persetan dengan sopan-santun palsu bagai munafik yang berlaku   Jujur selalu? Ya, kamu merendahkanku yang memilih diam membisu bak pengecut…
“TERUNTUK #ALEPPO”

Di satu sisi dunia, semua ceria jalani hidup seperti biasa di bawah cerahnya angkasa   Di sisi lainnya, banyak yang terluka kehilangan dan penuh duka lari dan sembunyi, bertaruh nyawa   Di mata media, ada ragam cerita Ada yang percaya…
“CANDU DIGITAL”

Ada saat mulut berucap atau jemari lincah menari di atas papan ketik laptopmu atau ponsel terbaru   Apa yang keluar?   Pekerjaan? Gosip dan gunjingan? Informasi atau lelucon basi? Ekspresi cinta atau benci? Nasihat, motivasi, atau caci-maki?   Sudah kelar…
“TIDAK SUKA?”

Bagimu, aku terlalu banyak bicara meski berupa tulisan di social media Ah, bukan aku satu-satunya Sadar atau tidak, kamu juga sama Bagiku, aku punya hak serupa Sungguh, tak perlu kau baca semua bila memang tidak suka Toh, manusia tinggal memilih saja……
“SAAT JUMAWA BERTAHTA”

Ancamanmu begitu nyata saat kau akhirnya di singgasana Wahai, Sang Raja Hati-hati dengan ucapanmu, Baginda walau kau merasa seputih istana Kau berharap tunduknya dunia hanya karena kau begitu kaya Kini kau makin berkuasa merasa bebas semena-mena Kau pikir kaulah segalanya…
“SI PATAH HATI DAN SI MATI RASA”

Ada merah di matanya, dengan marah bersemayam di sana bercampur rindu dan rasa kalah Mungkin hatinya sedang patah   “Apa kabar temanmu?” Ah, dia gagal menyembunyikan sendu Bahkan, sepertinya dia ingin aku tahu meski saat itu aku lebih memilih membisu…
“1 SEPTEMBER 2016”

Kau mencari yang dulu kau tinggal Untuk apa? Semoga kali ini kau terpental menjauh untuk selamanya   Kau mencari yang dulu kau tinggal seperti bocah mencari mainan lama enggan menerima kenyataan karena bebal Kau pikir kau istimewa   Percayalah, kau…