Home / Catatan Harian (page 9)

Catatan Harian

“PARANOIA DALAM DIALOG KEPASRAHAN”

Tuhan… Aku… Aku takut… Aku ketakutan… Takut apa? Banyak. Salah satunya jatuh… Apalagi jatuh cinta… Jatuh cinta? Iya. Kenapa? Jatuh bukannya selalu sakit, ya? Ah, masa? Iya. Ah, tidak juga. Masa?? Ah, kamu ternyata masih sama, padahal sudah dewasa. Tapi, ...

Read More »

“SELEPAS IMPIAN SANG CINDERELLA URBAN…”

Impian Cinderella-mu sudah lama berakhir, sayang. Mengapa masih saja berharap keajaiban? Dia telah lama pergi. Kini kau kembali sendiri.   Mungkin dia akan kembali, tapi apakah semua akan sama lagi? Hidup terlalu singkat untuk sekedar berharap dan menunggu. Saatnya kembali memikirkan ...

Read More »

“SEBUAH PENANTIAN DALAM DIAM”

Dalam diam dia menantimu sunyi sepi namun mengharu-biru Sudah lama kalian tidak bertemu Masihkah kau seperti dulu?   Dalam diam dia menunggu kabar apa pun darimu Tiada lagi kelabu karena kalian akan kembali bertemu   Apa kabarmu? Tentu dia ingin ...

Read More »

SELAMAT TIDUR, AYLAN KURDI…”

Dunia ini terlalu kejam untukmu, nak Banyak yang gemar berpura-pura Mereka hindari kabar buruk bak wabah Terlalu ngeri kenyataan ini mereka hadapi Ya, dunia ini terlalu kejam, nak terutama untuk jiwamu yang murni tanpa dosa Apakah kemanusiaan telah lama terkutuk? ...

Read More »

“TIDURLAH, TIDUR…”

Selamat malam, sayangku. Tidurlah yang lelap, meski banyak yang menggayuti benakmu. Berusahalah untuk nyenyak.   Esok ‘kan datang. Hari lain ‘kan kita jelang. Untuk saat ini, biarkan jiwamu bebas mengembara ke dunia mimpimu yang seluas alam raya… R. (Jakarta, 29 ...

Read More »

“CINTA MANUSIA”

Kau tak tahu badai yang senantiasa berkecamuk di balik senyumku Biarlah sunyi ini menenangkanmu agar tiada ragu maupun pilu   Jangan siksa aku dengan air matamu meski hati ini tak selalu setuju ‘Kan kusembunyikan cemas dan takutku hanya agar kau ...

Read More »

“MERAH”

Merah ini bukan sekedar darah, namun hati yang diliputi amarah. Inilah dirimu yang ingin merdeka.   Merahmu membara, mempesona sekaligus membutakan mereka. Ada rasa terancam dari jiwa-jiwa yang tak terima.   Ah, apa salah si merah? Hanya rasa percaya diri ...

Read More »

“UNTUK SEMUA MATA YANG TAJAM MENUDUH…”

Ada tanya di benak semua tentang tindakan terhadap sesama Mengapa? Bagaimana? Untuk apa? Kau mungkin memandangku dengan jutaan tanya di benakmu Mengapa begitu? Harusnya aku tahu! Untuk apa semua tindakanku itu? Bersyukurlah bila kau tak khilaf dan terjatuh saat dunia tak selalu ...

Read More »

“MASIHKAH?”

Banyak yang ingin dilakukan, meski waktu kerap disia-siakan Akankah kita segera tersadar sebelum semuanya bubar?   Masih banyak, meski kita lalai dengan telak Ada takut yang tak bisa diabaikan Masih sudikah Kau tenangkan kami, Tuhan?   Selalu masih ada, meski ...

Read More »