Home / Fiksi / Puisi (page 74)

Puisi

Malam Indah

  Malam Indah Puisi : Edy Priyatna Sejak mentari menarik sinarnya langit mulai redup kemerahan entah kapan semua itu mulai berubah detik-detiknya tak pernah kurasakan mega jingga tanda harus pulang ke pondok berlampu dian saat itu ngengat mencari sinarnya karena ...

Read More »

Deritamu

Deritamu Puisi : Edy Priyatna Dua bulan silam….. saat aku tanya padamu ketika kau mengisyaratkan ketika aku punya keinginan ketika kau suka kenapa deritamu bersembunyi dibalik senyummu rembulan menjawab dengan sinarnya bintang menjawab dengan kelap-kelipnya mentari menjawab dengan panasnya angin ...

Read More »

Maafkan Aku 2

Maafkan Aku 2 Puisi : Edy Priyatna Maafkan aku…….. bila selama ini aku tidak dapat menjadi kekasih yang amat baik buatmu untuk lebih tenang untuk lebih sejuk untuk lebih nyaman kelihatannya…….. akan lebih tenang akan lebih sejuk akan lebih amat ...

Read More »

Indonesiaku 2

Indonesiaku 2 Puisi : Edy Priyatna Indonesiaku…….. tiga ratus lima puluh tahun kau dikuasai bangsa lain tiga setengah abad kau ditindas, tiga ratus lima puluh tahun kau diremehkan .. tiga setengah tahun dikuasai bangsa yang lain lagi tiga setengah tahun ...

Read More »

Ramadhan 3

Ramadhan 3 Puisi : Edy Priyatna Wahai ramadhanku lumatlah ragaku dengan sejuknya sahur dengan panasnya lapar dengan keringnya dahaga kebenaran…….. agar diri menjadi putih jiwa terlapis mental melepas semua noktah hitam Wahai Ramadhanku basuhlah hatiku dengan mata airmu dengan nikmatnya ...

Read More »

Perjalanan 5

Perjalanan 5 Puisi : Edy Priyatna Siang itu langit mulai kelam mega hitam berarak menyatu pantai terlihat diam ombak beriak kecil gelisah gerimispun jatuh perlahan-lahan saat kumemelukmu sebelum perjalanan Siang itu hatiku mulai bergetar jantungku berdetak keras mulutmu terlihat kelu ...

Read More »

Pertemuan 4

Pertemuan 4 Puisi : Edy Priyatna Senja mulai tiba ketika kuniatkan langkahku menuju kediamanmu………. menuju suatu harapan indah melepas sebuah kerinduan yang mendalam dengan perasaan gundah gulana kuketuk pintu hijau yang tertutup lama kutunggu waktu yang berputar menanti kenyataan …… ...

Read More »