Sepucuk Surat Dari Yang Digugurkan

janin2

untuk ibuku tersayang
ibu, apa kabarmu sekarang
semoga kau baik baik saja
demikian aku baik baik juga

Allah sangat mencintaiku dan menyuruhku menulis surat buatmu
sebagai tanda bahwa aku juga sangat mencintaimu

ingin rasanya aku menyapa seseorang yang memberiku tempat dirahimnya
untukku berlindung walau itu hanya untuk sementara
sesungguhnya aku ingin tinggal dirahim lebih lama
kata Allah sebuah tempat yang paling kokoh dan aman didunia

tapi nampaknya kau tak menginginkan kehadiranku
sebagai anakmu, aku tak bisa berbuat sesuatu
walaupun dulu saat kau menggugurkan aku
betapa seluruh tubuhku terasa ngilu

badanku rasanya terkoyak koyak dan tercabik cabik
hanya berupa gumpalan darah yang membuat orang jijik
apalagi didalam hatiku terasa amat perih
seolah aku ini sama sekali tak dihargai

tapi aku tak juga merasa kecewa
karna kau telah mengirimku ke surga
Allah dan malaikat merawatku disana
dengan kasih sayang tak terhingga

ibu, aku ingin sedikit bercerita
aku pernah menangis saat bertanya kepadaNya
mengapa ibu meluruhkanku saat tubuhku belum tersempurnakan
apakah ibu sama sekali tak punya rasa belas kasihan ?

tidakkah kau ingin menciumku, bu ?
apakah karena aku yang suka rewel dan merepotkanmu ?
tapi Allah bilang bila kau merasa malu
kenapa kau musti malu, bu ?

kataNya, ibu tak ingin aku dilahirkan jadi anak haram
aku kemudian bertanya kepada Allah, apa itu anak haram

anak haram itu dilahirkan tanpa ayah
aku makin bingung dan tak paham
bukankah setiap anak yang dilahirkan pasti punya ayah
kecuali nabi Isa dan Nabi Adam

kataNya, aku ini hasil perbuatan diluar pernikahan
aku semakin bingung dan lebih baik  aku diamkan
ibu, aku malu jika terus-terusan bertanya kepadaNya
dan sekarang aku ingin langsung kepadamu saja

ibu, pernikahan itu apa ?
mengapa ibu tidak menikah dengan ayah saja ?
mengapa ibu membuatku jadi anak haram
dan tega mengusirku dari kandungan ?

mengapa tak kau beri kesempatan buatku hidup didunia
agar aku juga bisa berbakti kepada orang tua ?
maafkan aku, bu yang seakan akan mengguruimu
ya sudah, nanti saja aku bertanya saat kita bertemu

oh ya bu, suatu ketika malaikat mengajakku jalan-jalan
ke sebuah tempat yang diberi nama neraka jahanam
disana itu sungguh sangat menyeramkan
tidak seperti disurga yang penuh keindahan

disana banyak orang dibakar dengan api membara
minumnya nanah, dan makanannya buah yang banyak durinya
yang paling parah, ada perempuan yang dipanggang
seperti sate yang ditusuk dari belakang

aku tak sampai hati, dan tak sanggup melihat
tiba tiba terdengar suara dari malaikat
nak, bila ibumu tak segera bertaubat
kelak disitulah dia disediakan tempat

disitu tempat orang orang yang berzina
dan akan disiksa untuk selama lamanya
seketika akupun menangis berderai airmata
memohon agar ibu dan ayahku jangan dimasukkan kesana

ibu, aku sungguh menyayangimu dan ingin segera bertemu
aku rindu belaian tangan dan hangatnya pelukanmu
dan aku mulai merasa ketakutan
bila melihat kau dan ayah kesakitan

kemudian malaikat dengan lembut berkata
nak, bila kau ingin bertemu kedua orang tuamu disurga
kata Allah, tulislah suratmu sekarang juga
sampaikan kabar baik bahwa disurgalah kini kau berada

ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruknya
bila mereka tak segera bertaubat, dinerakalah tempat mereka

setelah mendengar semua itu
aku menulis surat ini untukmu

manurutku, Allah itu sangat baik dan penuh kasih sayang
Allah akan memaafkan semua makhlukNya yang berbuat dosa
apabila mereka mau bertaubat nasuha
ibu, maukah kau bertaubat sekarang juga ?

jika kau ingin bertaubat, ajak ayah jangan kau lupa
agar kita bisa berkumpul bersama nanti disurga

aku juga akan menjemput ibu dan ayah di padang mahsyar
aku janji akan membawa payung dan minuman segar
kata Allah disana panas dan gersang
juga antrian manusia yang panjang

tapi ibu jangan kuatir, meski disana ditengah keramaian
Allah telah berjanji bahwa aku akan bertemu dengan kalian

ibu, beri kesempatan sekali lagi buatku
agar aku bisa merasakan nikmatnya bertemu denganmu

aku juga ingin berpesan kepadamu
agar adik-adikku tak mengalami nasib seperti aku
biarlah cukup aku saja yang merasakan pedihnya
jadi makhluk yang tersia-sia

aku mohon ibu, beri kesempatan adik adikku lahir didunia
agar kelak bisa merawatmu ketika kau sudah berusia senja

sekian dulu ya bu,
aku mau bermain-main dulu ditaman bunga
sambil menunggu kedatanganmu bersama ayah juga
kita nanti akan bermain bersama disurga

ibu, aku sangat menyayangimu
salam dari anakmu..

.oOo.

 


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 3,563 x, hari ini 3 x

Post Comment