The Best Friend’s

HomeImage3

KELAS 10

dalam ruang kelas aku sedang berada
duduk disamping seorang perempuan
sebagai teman dekat aku melihatnya
rambut indahnya berkilau bak berlian

bila aku boleh jujur bicara apa adanya
dalam hati aku sesungguhnya naksir dia
tapi nampaknya dia ingin jadi teman biasa
akupun juga bisa mengerti apa keinginannya

usai jam sekolah dia datang menghampiriku
ingin pinjam buku catatan bahasa Inggris
katanya kemaren dia tak sempat menulis
aku pinjamkan kepadanya buku catatanku

dalam hati aku sebenarnya ingin mengatakan
bahwa kuingin lebih dari sekedar berteman
karna aku telah jatuh cinta padanya
entah kenapa aku malu mengatakannya

***

KELAS 11

tiba-tiba ponselku berbunyi
aku lihat dia sedang menghubungi
terdengar suara isak tangisnya
katanya dia sedang putus cinta

kemudian dia memintaku segera datang
untuk sekedar menemani hatinya gamang
aku dan dia duduk diatas sofa
kutatap rona wajah lembut manja

setelah dua jam aku menemaninya
tiba waktunya aku pamit pulang
bibirnya terucap terima kasih
dia memberiku ciuman di pipi

rasanya aku benar benar mencintainya
tapi aku tak mampu tuk mengatakannya

***

KULIAH SEMESTER LIMA

pada suatu hari yang cerah
dia datang mendekatiku
tak seperti biasa dia nampak gelisah
dia kecewa dengan kencannya tadi malam

dia kemudian mengatakan padaku
meski kutak pernah berkencan denganmu
tapi aku merasa senang bisa bersamamu
karna kau adalah teman terbaikku”

hingga sampai pada malam harinya
aku mengantar sampai depan rumahnya
kulihat wajahnya tersenyum kepadaku
matanya yang sayu membuatku trenyuh

dia berkata, “aku senang bisa bersamamu malam ini
terima kasih untuk semua yang tlah kau berikan”

sesaat sebelum aku beranjak pergi
dia memberiku ciuman di pipi kanan

***

WISUDA SARJANA

dihari yang paling ditunggu mahasiswa
kulihat dia sedang berada diatas pentas
wajahnya berseri saat menerima ijasah diploma
matanya nampak berkaca karna merasa bahagia

acara wisuda tlah selesai siang itu
sambil berlari dia menghampiriku
sesaat dia memeluk erat tubuhku
kemudian terisak menangis dibahu

sambil mengangkat wajahnya dia berkata padaku
“kamu benar benar tlah menjadi teman sejatiku
terimakasih atas semua perhatianmu.”
diapun kemudian mencium pipiku

***

RESEPSI PERNIKAHAN

pada acara resepsi pernikahan
akupun datang dan menyaksikan
dia bersama lelaki lain
bersanding di pelaminan

dalam hati aku sebenarnya ingin mengatakan
bahwa kuingin lebih dari sekedar berteman
karna aku telah jatuh cinta padanya
entah kenapa aku malu mengatakannya

***

HARI KEMATIAN

tak terasa waktu begitu cepat berlalu
sampailah aku disuasana hati yang pilu
aku menatap sedih ke sebuah keranda
tubuhnya telah terbaring didalamnya

disampingnya ada sebuah meja
kulihat buku diarynya terbuka
setiap orang disana bisa membaca
catatan itu dibuat semasa dia masih sma

pada lembar catatan harian ditulisnya :

“aku sedang menatapnya dan berharap aku bisa jadi miliknya
tapi nampaknya dia hanya ingin sekedar berteman saja
akupun mencoba untuk memahami
namun aku ingin dia mengetahui”

sesungguhnya aku ingin lebih dari sekedar menjadi teman biasa
aku sungguh mencintainya, tapi aku malu untuk mengatakannya
berharap dia mengatakan cinta kepadaku dan aku demikian juga”

sesaat aku merenungi diri
airmataku mengalir dipipi..

 


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 95 x, hari ini 1 x

Post Comment