Mencintaimu 1.000 Tahun Lagi

love you

di benakku masih jelas tergambar
saat membuka sampul merah jambu
kurasakan hebat jemariku bergetar
ketika kubaca serangkai kata darimu

dari sanalah aku mulai menyadari
bahwa kaulah pengisi relung hati
yang selama ini dilanda keraguan
meski hanya untuk sebuah jawaban

sampai kini akupun harus mengakui
hadirmu bagai pelita yang menyinari
betapa dingin dan beku dalam sanubari
tanpamu semua terasa tak berarti lagi

hari demi hari kulalui bersama jalinan asa
yang tersulam indah di dalam kabut jiwa
namun yang tak mampu kusampaikan
kata cinta yang selama ini terpendam

dalam ruang batin aku menjerit
dalam hening sepi aku merintih
hanya ‘tuk sekadar berucap kata
kau adalah cintaku sesungguhnya

hingga sampai pada satu putaran waktu
bayangmu seolah lenyap ditelan masa
terhempas keangkuhan yang membatu
kita berpisah tanpa tersisa seuntai kata

kau dan aku menyusuri jalan sendiri
tanpa pernah saling sapa dan cerita
kau pergi bersama angin di pagi hari
aku terlelap dalam mimpi di kala senja

beraneka peristiwa telah bergulir
terlukis diatas kanvas kehidupan
kubiarkan semuanya bebas mengalir
kau relakan punah semua harapan

mungkin memang ini hanyalah sebuah kisah
antara kau dan aku yang t’lah lama terpisah
berbatas dinding yang kian tinggi menjulang
bersama sejuta harapan yang hanyut terbuang

ternyata waktu tak terhenti bila belum saatnya tiba
atas kehendak-Nyalah kita bisa kembali berjumpa
mengulang sepenggal masa yang terlewat begitu saja
meniti setiap langkah yang pernah seiring bersama

walau cinta ini tak pernah lekang dimakan usia
namun tiada pernah mampu untuk dilantunkan
meski sudut taman merebak aroma wangi bunga
tak mampu lagi meraih pesona dalam kenyataan

bila saja masih ada tersisa waktu
atas izin dari Yang Maha Suci
ijinkan aku kembali mencintaimu
kini dan untuk seribu tahun lagi

.oOo,


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 266 x, hari ini 1 x

Post Comment