Sekeping Cinta yang Hilang

cinta keping
ada sekuntum kembang cinta yang layu
tumbuh dihalaman hati yang lama kering
kelopaknya yang dulu pernah merekah
kini kuncup tak lagi mampu mengembang

di sudut palung hati lama tertanam bunga rindu
menunggu waktu hingga daunnya menguning
terpagut lara di dalam keping jiwa yang beku
pagi yang lembut terhapus siang meradang

kala kembang cinta mulai mekar merona merah
menebar aroma harum mewangi di setiap waktu
tiada sedetikpun bayang wajahmu menghilang
menemaniku menyusuri langkah meraih asa

kukuh menahan diri dibalik sejuta rasa gundah
masih tersisa sketsa wajah bulat telur dibenakku
terselip diantara lamunan saat malam menjelang
senandung lagu sedih menyatu dalam satu irama

aku bertanya kepada dinding yang diam membisu
masih adakah cinta yang senantiasa terjaga utuh
tapi yang kudengar hanyalah nyanyian keheningan
sebagai jawaban atas semua peristiwa yang lalu

ingatkah kau akan janji yang bergulir dari bibirmu
bagai sang rembulan yang selalu setia berlabuh
di tengah malam menunggu datang bintang selatan
bercengkerama bersama menuai kasih nan mesra

dulu pernah ku katakan bahwa kau adalah separuh jiwaku
yang pernah hilang bersama pusaran waktu yang berlalu
meski aku t’lah berjanji tak ingin membohongi diriku sendiri
tapi apa yang musti kulakukan bila kau tak mau menyadari

pohon pengharapan itu kini gugur daunnya satu persatu
pucuk ranting tak kuasa lagi menahan tunas yang layu
burung gelatikpun tak mau datang menemaniku bernyanyi
tembang kesunyian alam semesta kusenandungkan sendiri

kini separuh jiwaku telah pergi bersama angin yang meniup
seakan lupa bahwa dulu pernah terjalin satu cerita indah
antara kau dan aku kini t’ah terhalang pintu yang tertutup
tinggalkan selaksa kenangan di sudut hati yang patah

selamat jalan duhai cinta semasa remaja
lambaian tanganmu perlahan menghilang
pergilah bila memang itu sudah menjadi keinginanmu
bila masih ada waktu suatu saat nanti kita ‘kan bertemu

.oOo.


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 481 x, hari ini 1 x

Post Comment