isi Halaman
Home / Anisa (perempuan) / “DIAM”

“DIAM”

Diam, diamlah
wahai jiwa yang terlalu gelisah
Banyak aksara berkumpul di dalam kepala
Benakmu telah lama sesak oleh kata-kata
Mereka berebut ingin keluar dan bernapas lega
Diam, diamlah
terutama bila kau sudah terlalu lelah
Biarlah dunia tetap bising dengan sumbangnya banyak suara
Semoga kau juga bukan salah satunya
Memang, terlalu banyak yang membuatmu murka
Diam
Bunuhlah semua dendam
karena kamu terlalu berharga
meski mereka selalu membuatmu terluka
Mungkin ini saatnya merangkul sunyi
hingga saatmu kembali tegak berdiri…
R.
(Jakarta, 17 Mei 2016 – 19:15)



Kirim Puisi

Dibaca 112 x, hari ini 1 x

About Rubyastari

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Kosong

Pandangan ku kosong. Ku lihat ke jendela. Ku pejamkan mata. Tiada apa ...