“SESAK” (2)

Sesak adalah harapan semu
semua yang kau timpakan padaku
berharap aku akan menjadi sosok ideal itu
semua atas nama kepuasan egomu
Sesak, saat kau memintaku mengingkari
semua gejolak di dalam diri
Kau anggap aku bukan perempuan sejati
Ingin kucaci kau yang membuatku sakit hati
Maaf, saatnya menutup telinga dan beranjak pergi
Aku takut sesak setengah mati
hanya agar kau tidak kehilangan muka dan harga diri
Jangan perlakukanku bagai properti
Semoga aku dapat menemukannya
dia, yang memandangku setara
memperlakukanku seutuhnya,
bagai sesama manusia
bukan kamu dan yang lainnya
yang masih saja suka-suka
menindasku sedemikian rupa
seakan dirimu dewa pemilik segala…
R.
(Jakarta, 1 Juni 2016 – 11:00)



Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 57 x, hari ini 1 x

Post Comment