“SEMALAM SAJA”

Ada yang kosong dari matamu,

meski dengan senyum itu

sejak kita bertemu.

 

Kata mereka, aku harus waspada.

Kau tak seperti yang kukira.

Tak seharusnya kuacuhkan tanda bahaya.

 

Ah, ternyata…

Kita hidup dalam dua dunia, dua dimensi alam raya

Benak kita terlalu berbeda.

 

Kurasa cukup sampai di sini.

Tak perlu lebih dari sekali.

Toh, suatu saat kamu juga akan pergi.

 

Semoga Tuhan bersedia mengisi hatimu

yang segelap dan sepekat langit malam itu,

atau mungkin…dasar sial, aku yang terlalu lugu

diam-diam jatuh kasihan padamu

hingga nyaris saja lupa menjaga diriku…

R.

(Jakarta, 5 Oktober 2015 – 9:30)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.