Doa Yang Terkabulkan

Nafas_Pemulung_11

 

 

 

 

 

 

 

 

siang itu dibawah siraman cahaya terik
seorang perempuan tua nampak barbaur sampah
keriput kulitnya legam terbakar matahari
tak surutkan niat meski cuaca begitu gerah

tlah lama hidup mandiri ditinggal mati suami
mengais barang bekas terpaksa jadi pilihannya
rela bertarung dengan waktu demi sesuap nasi
agar hidup sekedar tak terputus dimasa senja

punggung yang sarat beban sebakul benda rongsok
seiring helaan nafas dia berjalan sedikit terseok
diserang rasa penat sesekali langkahnya terhenti
sejenak beristirahat menunggu renggang urat dikaki

keringat mengucur deras membasahi baju lusuh
dua telapak kakinya beralaskan sandal butut
kulit wajah suram karna seharian tak terbasuh
selembar kain mengerudung rambutnya yang kusut

bekerja sendiri sejak pagi hingga petang
dijalaninya dengan semangat yang menyala
disela waktu dia sempatkan bersembahyang
berserah diri dan memohon perlindunganNya

terselip sebaris doa tiada pernah terlupa
satu hal yang sungguh ingin dilakukannya
berharap bisa berangkat ke tanah suci
sebelum saat ajal datang menghampiri

detik waktu terus berjalan pelan
dua belas tahun sudah terlewatkan
dengan rajin menyisihkan uang recehan
terkumpul bekal menempuh perjalanan

kini dia berada dipelataran luas
terduduk  dibawah naungan Ka’bah
telapak tangannya menengadah keatas
diantara derai air mata yang tumpah

bergetar bibirnya
tatkala berkata

Ya Allah, segala puja dan puji aku panjatkan
atas karunia yang tlah Kau limpahkan untukku
hingga akhirnya Kau memberiku  kesempatan
bersimpuh dan bersujud dihalaman rumah suciMu

.oO-DB-Oo.


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 141 x, hari ini 1 x

Post Comment