Akhir Perhelatan Si Kulit Bundar

bola

ditengah gelanggang beralas rumput hijau terhampar
sebutir kulit bundar setara buah kelapa menggelinding
sepasang telapak sepatu berduri nampak mengejar
tinggal sejarak lagi menuju ke mulut palang berjaring

lelaki berkaus merah dipunggungnya tertulis angka sebelas
meliuk tubuhnya menembus benteng pertahanan garda belakang
sesaat kaki kanannya terayun melepas sebuah tembakan keras
kulit bundar itu terbang secepat kilat bersarang disudut gawang

serentak ribuan pemujanya bersorak melepas luapan rasa gembira
dinding stadion serasa bergetar seakan tak mampu menahan gelora
dibawah taburan cahaya lampu suaranya bergema ke segala penjuru
lelaki pencetak gol itu berlari melompat kegirangan seraya melepas baju

sementara pasukan lawan terdiam menahan kekecewaan
pupus sudah harapan mereka untuk tampil sebagai jawara
musim kali ini terpaksa harus menelan pil kekalahan
rela menerima kenyataan berada di posisi urutan dua

peluit hakim bertiup panjang sebagai penutup perhelatan
kedua kubupun saling merapat sambil bersalam-salaman
lautan manusia itu kemudian nampak terurai bertebaran
berbinar cerah wajah para peraya kemenangan tim pujaan

.oOo.


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 164 x, hari ini 1 x

Post Comment