Dirimu Pelepas Nafsuku

1367581796891518015 aku pandangi tubuhmu yang ramping dan rapi
bajumu transparan mengkilap pantulkan warna pelangi
mengobarkan gairah dan semangat dalam ronggaku
untuk segera mencoba dan mencicipi nikmatmu

aku tarik dengan lembut tali pengikat bajumu
sekali gerakan memutar, lepaskan bagian atas
aku bisa mengintip sedikit bagian dalam tubuh
nampak bulatan bulatan yang samar tertutup kertas

aku tak sabar menyibak penutupmu segera
ingin tahu seperti apa organ dalam yang ada
sesaat setelah semuanya terbuka
aku menggeleng gelengkan kepala

betapa indah lekuk lekukmu
betapa rapi kau tata milikmu
jemariku sudah tak sabar lagi
untuk segera menyentuhmu

aku pijat lembut bagian tubuhmu yang lunak
aku pelintir pelintir, aku putar putar
sekejab dirimu sudah tertaut diantara kedua bibirku
mulailah sebuah pertunjukan erotis yang seru

aku ambil pemantik dari balik baju
sekali klik, nyalalah api kecil warna biru

aku biarkan api itu mendekati dirimu
kau diam pasrah seakan menuruti apapun kehendakku
api pelahan memakan bagian ujung kulitmu
terdengar suara lembut rumput kering terbakar

bibirku menjepit bagian yang lembut
kau tebarkan aroma asap nirwana
kau biarkan aku menghisap nikmatmu
serasa terbang melayang tersihir rasa

kedua mataku terpejam menahan kenikmatan
kulepas nafas dari dalam rongga dada
gumpalan mega putih terbang dari bibirku
menyentuh dinding dan langit langit kamar

kini dirimu berada diantara kedua jariku
aku mainkan bak personil sirkus amatiran
sambil menunggu waktu
mengulang ulang pertunjukan

setelah sekian lama aku tak menyentuhmu
kuperlakukan dirimu untuk memuaskanku
mulutku terasa asam tanpa sentuhanmu
saatnya melepas semua kerinduanku padamu

kini kau telah mampu tuntaskan hasrat
aku sandarkan tubuhku diatas kursi
kupandangi dirimu yang nampak menyusut
membuatku tak punya nafsu lagi

terlaksana sudah kewajibanmu
kini tiba saatnya kau pergi
setelah kau puaskan aku
dirimu sudah tak aku perlukan lagi

kini semua yang kau punya tak lagi berguna
untuk apa lagi aku simpan
aku akan membunuhmu perlahan
disebuah wadah serupa cawan

disana aku akan lihat dirimu mati
setelah aku tekuk tekuk
sehabis aku tekan tekan
hingga tak ada lagi api kehidupan

tuntas sudah seluruh permainan
lain waktu akan aku gelar lagi pertunjukan
bila nafsu keinginanku datang
bersama teman teman


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 247 x, hari ini 1 x

Post Comment