Menit Jakarta

jakarta2Udara pagi tersaput debu turun menyelimuti atmosfir kota jakarta
lelaki itu segera bangkit dari tidur dan bersiap berangkat kerja
di meja makan nampak istrinya dengan setia mengoleskan mentega
disela  setangkup roti bakar dan secangkir kopi panas santapan pagi suaminya

kendaraan roda empat berlambang kuda jingkrak terparkir di garasi
merah mulus mengkilat terpantul dari bodi mobil mewah itu
lelaki muda itupun sudah  nampak rapi mengenakan jas hitam berdasi
sesaat kemudian dia memacu mobil kesayangannya  melewati pagar pintu

selang setengah jam kemudian dia sampai di jalan jendral sudirman
gedung bertingkat dimana biasanya dia bekerja terlihat di lajur kanan
namun ternyata dia tidak berbelok dan malah tancap gas melajukan mobilnya
menuju sebuah rumah mungil ditengah jantung kota tak jauh dari tempat kerja

disana sudah menunggu seorang gadis muda usia di depan pintu
tubuhnya ramping kulitnya putih mulus dengan wajah secantik bidadari
senyumnya yang manis merekah menyambut kedatangan lelaki itu
segera di langkahkan kaki menuju mobil dan merekapun melepas rindu

begitulah jakarta, apa yang nampak belum tentu yang sebenarnya
dalam menit jakarta, semua bisa berubah dan merubah semuanya

waktu menjelang sore, lelaki itupun mengantar kekasihnya kembali ke rumah
setelah puas seharian bermesra sambil membawa belanjaan barang mewah
sebelum berpisah gadis itu selalu meninggalkan ciuman di pipi dan bibirnya
sebagai wujud rasa cinta tanpa peduli  urusan rumah tangga kekasihnya

lelaki itupun segera kembali memacu mobilnya pulang kerumah
jalanan sudah mulai macet diputarnya lagu lagu berirama syahdu
mengiringi suasana hati nya yang sedang berbunga merekah
sehabis bertemu dengan kekasih hatinya yang cantik dan muda itu

kemudian sampailah dia di depan pagar rumahnya saat hari mulai malam
salah seorang pambantunya berlari tergopoh membukakan pintu
digarasinya tampak kosong, mobil istrinya tak terlihat didalam
lelaki itupun bertanya kepada pembantunya, “kemana nyonya mu?”
segera dijawabnya,” baru saja keluar, tuan”

lelaki itu jadi  curiga, malam malam istrinya pergi keluar rumah
diapun segera memutar mobilnya dan berbalik arah
dan benar juga, tak lama kemudian terlihat mobil warna putih
lelaki itu terus mengikuti kemana istrinya itu mau pergi

mobil putih  itu kemudian berbelok dan berhenti didepan sebuah lobby hotel
mata lelaki itu tak berhenti berkedip memantau apa yang kemudian terjadi
dilihat istrinya turun menemui seorang lelaki muda sedang pegang ponsel
sejenak keduanya saling menyapa mesra seakan  melepas keriduan  di hati

berkali kali istrinya mengumbar senyum tawa sebagai tanda kemesraan
namun apa yang terjadi kemudian sungguh sangat mengejutkan
tiba tiba  istrinya itu menggandeng tangan lelaki itu sambil melangkahkan kaki
berpeluk  mesra keduanya menuju ke arah sebuah lift disudut ruang sebelah kiri

lelaki itu terdiam dan hanya bisa menggeleng gelengkan kepala
merasa dirinya juga bersalah, telah melakukan hal yang sama

begitulah jakarta, apa yang nampak belum tentu yang sebenarnya
dalam menit jakarta, semua bisa berubah dan merubah semuanya



Kirim Puisi Tanpa Login


Dibaca 136 x, hari ini 1 x

Post Comment