Balada Seorang Musisi Jalanan

pengamen2

aku terlahir jadi seorang seniman
kurajut karirku dari pengamen jalanan
bermain gitar bernyanyi diatas trotoar
naik turun bus, keluar masuk pasar

tak peduli panas terik matahari
tak pandang hujan turun semalaman
kujalani hidupku dengan sabar hati
sekedar dapat uang untuk bisa makan

aku tulis sebaris puisi disela waktu
bercerita tentang kerasnya kehidupan
kujadikan lirik dalam sebuah lagu
kunyanyikan sebagai tembang andalan

pada suatu ketika ada yang terkesan
mendengar suaraku diapun terpikat
kemudian dia mengajakku berkenalan
dia mencari penyanyi muda berbakat

aku diajaknya mengadu nasib di ibukota
masuk dapur rekaman membuat album musik
tak kusangka albumku laku keras luar biasa
aku jadi penyanyi pujaan banyak gadis cantik

jalan hidupku sudah tak seperti dulu lagi
kantongku tebal dan apapun bisa aku miliki
tawaran manggung datang tak pernah sepi
akupun segera masuk kedalam dunia selebriti

aku mulai terlena bergelimang harta melimpah
punya banyak pacar sering gonta ganti pasangan
kumanjakan kekasihku dengan barang serba mewah
kuhabiskan uang sepanjang malam ditempat hiburan

akupun lalu terjebak dalam cengkeraman narkoba
awalnya ditawari teman malah jadi kecanduan
sehari saja tak memakai badanku sakit semua
pernah aku hampir mati karna melebihi takaran

seiring berjalannya waktu kharismaku jatuh
jadwal panggungku kini sudah banyak menyusut
termakan racun narkoba tubuhku mulai rapuh
berbagai penyakit mulai datang memagut

aku terbaring tak berdaya dikamar sendiri
terserang penyakit kanker stadium lanjut
sudah beberapa bulan tak bisa lagi menyanyi
hartaku habis terkuras buat menebus obat

semakin hari tubuhku nampak kurus
diserang penyakit yang merajalela
harapan untuk sembuh mulai pupus
akupun tinggal pasrah tak berdaya

disela sela penderitaanku
terkenang lagi masa lalu
dulu aku pernah susah
kemudian jadi orang kaya
tapi aku memilih jalan yang salah
berfoya-foya dan bermewah-mewah

aku terlupa pesan ibuku:

manfaatkan masa kayamu
sebelum datang miskinmu
gunakan saat sehatmu
sebelum tiba sakitmu

baru kini aku menyesali
atas kesalahanku semua
yang tak pernah mensyukuri
atas segala yang diberikanNya

namun apalah dayaku kini
hanya berserah diri kepadaNya
dalam hati aku bernyanyi
lagu sendu berlirik doa

Tuhan, sebelum aku menutup mata
Ijinkan aku memanggil namaMu
Ampuni segala khilaf dan dosaku..


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 711 x, hari ini 1 x

Post Comment