Cenayang Gypsy

gypsy3

siang itu aku menyusuri gerai demi gerai di sebuah pasar kaget
kuhabiskan waktu seharian bersama seorang sahabat deket
satu persatu stan aku singgahi untuk sekedar melihat-lihat
siapa tahu ada barang antik dan murah yang aku dapat

sesampainya diujung lorong aku melihat ada yang menarik
sebuah stan berwujud kereta yang tersandar tanpa kuda
didorong penasaran aku dan temanku menuju satu stan unik
terlihat susunan anak tangga menuju pintu masuk terbuka

ada selembar papan disamping pintu bertuliskan “Tha Gypsy”
aku pikir ini memamerkan sisi kehidupan para nomaden roma
sekelompok orang tak punya rumah seperti orang lagi ngungsi
kemana mana mereka pergi naik kereta yang ditarik dua kuda

aku menapaki tangga untuk menuju masuk melalui pintu itu
kulihat disekeliling ruang dihiasi beraneka pernak pernik
aroma wangi parfum rempah tercium kuat menusuk hidungku
didalam ruang itu aku merasakan aura aneh berbau mistik

bersamaan dengan itu muncul seorang wanita setengah tua
raut mukanya nampak serius keningnya terbalut ikatan kain
pusarnya terlihat diantara gaun panjang yang terpotong dua
penampilan khas gaya wanita Gyspy yang terkesan agak lain

ketenganganku mencair kala wanita itu mempersilakan duduk
dibalik keangkeran raut mukanya, wanita itu ternyata ramah
akupun duduk disebuah kursi kayu berbantal busa tipis empuk
tepat didepanku ada meja datar bersampul taplak warna merah

wanita itu mendekati seraya bertanya apakah aku mau di ramal
aku agak terkejut juga tak kusangka wanita itu seorang cenayang
dari bawah meja diambilnya bola kaca yang terbuat dari kristal
agak terpaksa aku penuhi permintaannya tanpa pikir panjang

temanku disuruhnya menunggu diluar, katanya untuk menjaga privasi
kulihat wanita itu menggerak gerakkan jemarinya mengitari bola kaca
kedua matanya menatap tajam seakan melihat sesuatu sedang terjadi
mulutnya berkomat kamit dan aku tak tahu apa yang sedang dia baca

tiba tiba dia tersenyum sambil memandang kearahku dan mulai bicara
katanya tak lama lagi aku akan dilamar oleh lelaki dari keluarga raja
seorang pangeran  tampan  menjemputku dengan menunggang kuda
sebagai tanda cintanya yang tulus pangeran itu akan memberiku bunga

seketika aku tertawa mendengarnya sebab aku anggap dia hanya bercanda
tapi wanita itu nampak diam seakan merasa tersinggung melihat sikapku
aku jadi salah tingkah lalu minta maaf padanya dan diapun bisa menerima
ditegaskannya bahwa dia melihat yang terjadi didalam bola kristal itu

aku pikir aku membuang waktu saja, rasanya wanita itu sekedar membual
tak mau nunggu lama akupun segera mohon diri, pura pura masih ada perlu
wanita itu juga tak  memaksaku untuk percaya tapi mukanya nampak kesal
aku segera keluar dari karavan itu dan mencari temanku yang lagi menunggu

baru beberapa langkah keluar aku terkejut mendengar suara derap kaki kuda
aku melihat seorang pemuda tampan sedang menunggang kuda putih mendekat
sekilas sepertinya seorang putra bangsawan yang datang dari negeri seberang
wajahnya bersih tersungging senyuman ditangannya memegang  mawar seikat

aku setengah tak percaya, ternyata apa yang dibilang cenayang itu jadi nyata
apakah ku tengah bermimpi tanyaku dalam hati sambil kucubit sekali lenganku
terasa sakit juga berarti memang  benar nyata didepanku ada seorang pemuda
dia kemudian turun dari kuda  mendekatiku seraya memberi bunga mawar itu

aku merasa tersanjung juga sementara dalam hati aku bertanya tanya ada apa
diapun menyatakan ingin menikah denganku dan segera membawaku ke istana
kemudian dia mengajak naik kuda putihnya sambil jalan berkeliling berputar
diatas kuda dengannya, dia dibelakangku seperti berduaan dengan pacar

setelah berkeliling aku turun dari kuda dan diapun pergi tanpa banyak bicara
akupun bingung dengan sikap dia  makin tak jelas sebenarnya maunya apa
tiba tiba orang-orang disekelilingku bertepuk tangan dan semua tertawa
akupun bingung dengan yang terjadi, ternyata aku sedang dalam sebuah acara

baru saja dikerjain mereka ketika beberapa juru kamera melambaikan tangannya
ya Tuhan, ternyata aku dari tadi berada di acara live show dari stasiun tv swasta
sungguh kutak menyangka aku pikir semua kejadian nyata malu aku dibuatnya
sambil nyengir aku pergi dengan temanku tapi lumayan dapat uang buat belanja

.oOo.


Kirim Puisi Tanpa Login


Dibaca 398 x, hari ini 1 x

Post Comment