isi Halaman
Home / Fiksi / Badai Matahari

Badai Matahari

manstaf27

Badai Matahari
Puisi : Edy Priyatna

Awalnya seperti tak terjadi apa-apa
waktu itu senja mulai datang
bersama mega hitam
ini sudak masuk musim penghujan
kata orang-orang di sini
mestinya ada hujan
namun yang tiba hanya angin

Berembus kencang sekali
dengan kecepatan tinggi
hingga merobohkan apa saja
papan reklame
pohon-pohon
rumah-rumah penduduk
dan bangunan lain

Ekormu berada di ujung samudera
berputar membawa suhu panas
membuyarkan awan hitam
tak dapat membentuk hujan
ada perubahan-perubahan
kadang mendadak langit menjadi gelap
lalu hujan jatuh amat deras

Hanya sebentar saja
kemudian terang kembali
menghamburkan lahar matang
memporakporandakan kehidupan alam
membuat udara pengap
menurut orang-orang di sini
terjadi selama bebarapa hari

Akhirnya ketika masanya dilewati
mulai memicu hujan yang banyak
mengganggu perjalanan musim
begitu tak ternyana
cukup mendebarkan hati
menimbulkan kegelisahan
sedikit meresahkan orang-orang
pada mata angin selatan
kau berkunjung ke tempatku
datang bersama badai matahari

(Pondok Petir, 28 Pebruari 2013)


Kirim Puisi

Dibaca 172 x, hari ini 1 x

About Edy Priyatna

2 comments

  1. Anita Godjali

    Pantas di bulan Maret masih banjir Bung Edy

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Kosong

Pandangan ku kosong. Ku lihat ke jendela. Ku pejamkan mata. Tiada apa ...