Gelapnya Malam

gelap

Malam hari di depan teras rumahku, hitam kelam

 

Aku takut gelap , selalu takut entah mengapa malam itu bagiku selalu mengerikan

Gelapnya malam seakan mencabik sebagian hati yang mulai menggerogoti lipatan hati untuk mulai memagut kesedihan

Kadang angin menelisik dalam bisunya malam , tak ada satupun orang yang mampu bertahan dalam kegelapan malam.

Sepi, sunyi menyelami lorong-lorong hati sampai menjelma menjadi ketakutan yang menyentuh lembut dan membuatnya menjadi resah berkepanjangan.

 

Aku takut gelap, selalu takut , malam-malam bagiku selalu menakutkan

Aku tak ingin bertemu malam kembali, enyahlah dari hidupku terjun masuk ke dalam lubang-lubang kesepian sebagai kawan setiamu.

Bulan malam itu semakin meninggi dan mulai bertasbih untuk alam yang mulai tidur dalam kegelapan

Belaian angin membuatku semakin takut padahal mereka kawan setia yang akan menemaniku saat-saat sepi menerjang dalam sanubari…

 

Malam, aku hanya bimbang sedikit, entahlah

Apa aku berani menyentuhmu dengan tangan halusku saat malam muncul dalam hitungan detik dalam kesepian.

Gelap yang mulai merajai alam , semakin pekat tak ada awan yang menutupinya, hanya alam saja sebagai kawan setianya….

Sekam ketakutan mulai merangkak naik sampai kepalaku, dan satupun tak ada yang tahu kalau malam itu aku meragu dalam selimut malam yang terus melindungiku.

 

Cirebon 19 Juni 2014

Malam gelap di teras rumahku


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 553 x, hari ini 1 x

2 Responses to "Gelapnya Malam"

    1. ha, ha, iya kenapa ya pak, sy selalu takit dengan gelap, apa krn dulu waktu kecil pernah terkunci di kamar yg gelap

      Reply

Post Comment