Satu Untuk Inodonesia

sumpah

 

Bosan aku melihat situasi yang terjebak oleh kata-kata yang membuat perpecahan

Ini Indonesiaku, masihkah ada yang tega memecah belah bangsa hanya untuk dirinya sendiri, dimanakah nuranimu???

Saat kalian tahu di bumi ini aku berpijak , lahir dan dibesarkan

Aku selalu bahagia hidup dengan banyak perbedaan di sekelilingku, begitu indah tapi dirimu begitu saja merusakan ketenangan jiwa yang sudah berakar dalam ruh bangsa ini

 

 

Aku tak sudi negeriku kau coret-coret dengan celotehanmu yang nyinyir lalu lalang dalam maya

Masihkah egomu bersarang dalam dadamu yang hanya mementingkan sebagian kecil dari bangsa ini

Ingin kuhentikan ocehan nyinyirmu, stop jangan kau lakukan itu terhadap bangsaku, ingin aku melihat semua saudaraku bergandengan tangan lagi

Merindangkan cinta tanah air bersama –sama menyatukan hati tuk Indonesia jaya

 

 

Kini aku harapakan kita semua menjalin kasih , persahabatan untuk satu Indonesia yang bukan hanya terjebak dalam bayang-bayang semu saja tapi nyata

Menyengat rasa cinta tanah air sampai membalut nurani kita tuk negeri ini

Satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa, jangan sampai lelah tuk merajut kembali semangat persatuan

Lelapku di pelupuk negeriku tercinta , untuk Indonesia satuku

 

Cirebon , 30 Oktober 2014

Di Hari sumpah pemuda , mari kita selalu junjung rasa kesatuan, satu bangsa , satu tanah air dan satu bahasa, jangan pernah ada yang berani memecah belah kami putra putri Indonesia.

 

Sumber gambar:http://oktaviatribk.wordpress.com/2012/04/05/poster-multikultur-cetak/


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 141 x, hari ini 1 x

2 Responses to "Satu Untuk Inodonesia"

  1. Ya Bu Hastira, sekarang ada DPR tandingan, dan juga sekarang ada yang punya ide bikin presiden dan kebinet tandingan, energi kita kebanyakan terbuang untuk hal yang tidak berguna, coba kalau digunakan sama2 untuk membangun bangsa….http://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif

    Reply
  2. nah itu dia pak, apalah artinya sumpah pemuda yang telah diperjuangakn pemuda2 dulu, sekarang begitu mencabik hati ketika melihat perpecahan, adu domba dan fitnah yang akan memecah belah bangsa

    Reply

Post Comment