Home / Fiksi / “RENDAH DIRI BERBUAH IRI-DENGKI”

“RENDAH DIRI BERBUAH IRI-DENGKI”

Dalam diam kau bertanya-tanya:

“Hai, mengapa akhir-akhir ini kau diam saja?”

Hanya senyumku yang berbalut misteri,

pasti buatmu penasaran setengah-mati.

 

Dalam diam mata kita bertemu.

Kau berusaha membaca benakku.

Silakan, aku sudah tak peduli.

Tak ada yang perlu kusembunyikan lagi.

 

Mungkin kau bertanya-tanya:

“Kenapa?”

Ya, tidak semua karena kamu,

tidak seperti tuduhanmu yang selalu terburu-buru.

 

Jujur saja, aku sudah lelah.

Tidak sadar juga kalau selama ini kamulah masalah?

Selalu marah-marah.

Enggan mengalah.

 

Akan tiba saatnya,

dimana kamu akan kehabisan kata-kata.

Satu-persatu akan pergi,

meninggalkanmu seorang diri.

 

Percayalah, ini bukan karena benci.

Kamu bahkan tidak tahu cara menyayangi diri sendiri.

 

R.

(Jakarta, 17 Februari 2015)


Kirim Puisi

Dibaca 627 x, hari ini 1 x

About Rubyastari

One comment

  1. Puisinya bagus …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Rindu tak pernah padam

Jiwaini sllu merintih dan memanggil namamu… Rasa ini tak pernah padam dan ...