Home / Puisi / Lelah Hati

Lelah Hati

detik waktu telah terurai
disepanjang arah langkahku
curam securam ngarai
tajam setajam sembilu

tersimpan dibalik dinding
memaksaku tak berpaling
hanya pekat cahaya muram
menyelimuti setiap malam

rintik hujan mengalun lirih
bersama anak angsa merintih
menunggu pagi yang datang
ingin segera membawa pulang

di dadaku masih tersimpan asa
meski kian jauh tangan meraih
warna kelam terbentang di sana
mengikis hari yang jauh beralih

masih terngiang pesan bunda
menjelang pergi bersama senja
tetaplah melangkah meniti karang
meski berliku nanti kian lapang

hati rasanya ingin menangis

ketika airmata telah tiris
terhempas di bawah kaki bukit
bersandar pada bayang langit

aku ingin berhenti disini
tapi aku tak mampu kembali
menatap wajah-wajah sayu
bersenandungkan lagu sendu

pucuk daun cemara berbisik manja
melambai-lambaikan dahannya
sekadar memberi satu pertanda
bahwa kita masih ingin bersama

semilir bayu yang sejuk
kinipun enggan mengalir
udara sesak kian merasuk
membakar jiwa yang getir

aku ingin berbaring sejenak
nikmati hari-hari yang kosong
sambil membaca seribu sajak
lembar kisah para pembohong

aku masih teringat sebuah janji
yang tertuang di batas cakrawala
dalam lelah hati aku bernyanyi
sambil menunggu waktu berbicara

#donibastian

serpihan memori

 


Kirim Puisi

Dibaca 2,312 x, hari ini 1 x

About Doni Bastian

2 comments

  1. Umi Setyowati

    Puisi ms Doni seringnya bernada sendu sih….

  2. Ngikutin mood aja mbak..
    Makasih atas perhatiannya.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Antara komitmen dan keinginan

Aku,kini telah berada di antara anganku Merayu di balik komitmen hidupku Haruskah ...