isi Halaman
Home / Catatan Harian / “PARANOIA DALAM DIALOG KEPASRAHAN”

“PARANOIA DALAM DIALOG KEPASRAHAN”

Tuhan…

Aku…

Aku takut…

Aku ketakutan…

Takut apa?

Banyak.

Salah satunya jatuh…

Apalagi jatuh cinta…

Jatuh cinta?

Iya.

Kenapa?

Jatuh bukannya selalu sakit, ya?

Ah, masa?

Iya.

Ah, tidak juga.

Masa??

Ah, kamu ternyata masih sama,

padahal sudah dewasa.

Tapi, orang dewasa ‘kan, juga bisa terluka.

Memang iya. Terus kamu mau apa?

Aku tetap ingin cinta…

Lha?

…tapi tanpa perlu jatuh segala. Bisa nggak, ya?

Bisa, bisa saja.

Bagaimana?

Bagaimana apanya?

Bagaimana caranya?

Kita harus sering-sering mengobrol kayak begini,

nanti biar Aku yang kasih Solusi.

Bagaimana?

Oke.

R.

(Jakarta, 30 September 2015 – 21:45)

 


Kirim Puisi

Dibaca 61 x, hari ini 1 x

About Rubyastari

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Kosong

Pandangan ku kosong. Ku lihat ke jendela. Ku pejamkan mata. Tiada apa ...