isi Halaman
Home / Puisi / Kabut Yang Menebal

Kabut Yang Menebal

Riau - Asap pekat mengepul di hutan kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Provinsi Riau, Kamis (6/3). Menhut Zulkifli Hasan mengungkap adanya indikasi pengerahan 2.000 warga dari Sumatera Utara untuk merambah kawasan konservasi itu yang akhirnya menimbulkan kebakaran besar.  ANTARA FOTO/FB Anggoro/Asf/mes/14.

Andai aku mampu berteriak

Tapi sesak nafasku membuatku tetap membisu

Guratan kesah yang merintih perlahan dari derita

Sedikit demi sedikit menggerogoti paru-paru

 

Setiap sel paru-paru mulai mengeluh

Retak seribu luka yang menoreh

Tak bisa kutahan rasa sakit ini

Kabut yang semakin menebal

 

Andai saja aku mampu bicara

Ingin kuteriakan sampai kapan ini berakhir

Aku sudah muak dengan bau asap

Aku sudah bosan harus menghisap udara kotor

 

Inilah selarut kisah aku yang mungkin bagi orang lain terlalu cengeng

Tapi ini kenyataan

Meniti riuh rasa yang kadang menyakitkan

Tapi apalah yang bisa aku lakukan????/

 

Tolonglah aku…

Menitip pesan agar jangan aku harus terus menghisap kabut asap

Dosa apa aku ini ,sesak nafas yang enggan beranjak dari tubuh

Kini hanya menunggu keajaiban akan datang…kapan kabut menghilang….

 

Cirebon, 21 Oktober 2015

Melawan Kabut Asap

 

Sumber gambar :http://www.klikpositif.com/news/read/11676/walhi-56-juta-hektare-hutan-indonesia-rusak-akibat-kejahatan.html


Kirim Puisi

Dibaca 184 x, hari ini 1 x

About Hastira

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Kosong

Pandangan ku kosong. Ku lihat ke jendela. Ku pejamkan mata. Tiada apa ...