Meniti Jembatan

jembatan rusak

Bertaut tangan meniti jembatan yang semakin hari semakin aus

Tuk mengais ilmu dengan sejuta kesulitan

Bertautkan janji akan dibangun jembatan baru tapi entah kapan

Hanya menungu dengan kesabaran , walau entah sampai kapan

Kaki-kaki polos tak bersepatu melewati jembatan aus dengan wajah berseri

Mereka tahu di gedung kecil itu ada banyak ilmu yang harus dipelajari

 

Seolah tak berkedut sedikitpun wajah negeri ini

Saat pendidikan saja belum mencapai banyak pelosok

Mereka haus ilmu

Tapi segala gaibpun belum datang pada mereka

Karena pimpinan masih sibuk dengan diri endiri

Setelah kampanye yang menjanjikan gedung baru….

 

Sampai kini gedung tua ini masih berdiri

Masih dipenuhi dengan bocah ingusan yang mau belajar

Hanya dengan fasiliats seadanya

Dermaga harapan bagi mereka masih jauh di awang-awang

Belum menyentuh rakyat kecil

Mereka hanya mampu menarikan luka mereka , luka tak dijamah pemimpin

 

Mereka ingin temui janji

Biar dapat menghapus kekelaman ketidakmengertian rakyat

Akan banyak ilmu yang harus mereka pelajari

Agar maju

Tapi seribu isyaratpun tak pernah didengar

Hanya mimpi yang mereka gantungkan setiap harinya

 

Cirebon,5 Mei 2016

Memperingati hari pendidikan nasional. Masih banyak akses ke sekolah yang  belum ada sehingga jembatan auspun harus dilalui bocah-bocah kecil untuk menuntut ilmu.

 

Sumber gambar :https://simomot.com/2015/03/12/kisah-kisah-bocah-sd-bertaruh-nyawa-menyeberang-jembatan-rusak-saat-ke-sekolah/

 


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 130 x, hari ini 1 x

4 Responses to "Meniti Jembatan"

  1. Mengena sekali puisi ini,

    Ya, begitulah negeri ini, banyak gedung2 pencakar langit didirikan, tpi fasilitas untuk kaum menengah ke bawah diabaikan saja. Seharusnya jembatan itu dibangun, agar akses warga mudah termasuk anak2 ke sekolah

    Reply

Post Comment