Perempuan Dalam Bingkai Kesederhanaan

Tertatih hari ini perempuan itu memulai hidupnya

Penuh dengan kesah tapi tak pernah berhenti berharap

Akan hari ini hanya doa dan asa yang ada di hatinya

Melangkah dengan hati ikhlas

Terus melangkah dengan gendongan nasi pecel yang dia bawa

Teriakan lemahnya membuka pagi ini

Nasi pecel….nasi pecel…..

 

Tangan keriputnya melayani orang-orang yang lapar

Senyumnya hantarkan orang sarapan

Tanpa mengeluh dilanjutkan lagi menyusuri jalan

Sampai menemukan lagi yang membeli nasi pecelnya

Duhai perempuan sederhana

Yang tak perlu memoleskan gincu pada bibirnya

Hanya teriakan nasi pecel…nasi pecel…

 

Terus teriakan lemahnya bergema

Dengan redam seluruh lelahnya perempuan itu terus melangkah

Tak mengenal keluh kesah, senyum terpancar di wajah tuanya

Gemetar langkahnya tapi tetap dia berteriak

Nasi pecel..nasi pecel

Betapa kuat perempuan sederhana itu

Di usia tuanya dia masih berjuang untuk hidupnya

 

Ah, samar terdengar suaranya

Ah, kuatnya perempuan itu

Ah, suaramu terus bergema di hatiku

Nasi pecel….nasi pecel……

 

Cirebon, 20 April 2107

Memperingati hari Kartini. Masih banyak sosok waniat tua yang berjuang untuk keluarganya. Sosok wanita sederhana tapi hebat

Sumber gambar : http://www.tribunnews.com/travel/2015/10/21/betapa-mbok-suti-yang-sederhana-ini-tak-sadar-kalau-pecel-nasi-merahnya-sungguh-sehat?page=all

 


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 93 x, hari ini 1 x

2 Responses to "Perempuan Dalam Bingkai Kesederhanaan"

Post Comment