Dentingan Rayuan Alam

Pinus-pinus yang melambaikan ranting-rantingnya tampak membuatnya menari-nari bersama angin yang mulai bertiup kencang

Di saat butiran embun yang mulai mencair saat mentari mulai tampak menyembul dalam remang-remang pagi.

Siluet panorama yang indah membentang diantara eloknya air terjun yang jatuh mencipratkan cipratan air yang terasa menusuk tulang.

Gemericik air yang berdentang tersamar dengan suara cicit-cicit burung yang mulai bercengkerama diantara mentari pagi…

 

Sepercik sinar yang terpancar  meluruhkan hati yang menanti dan tergugu dalam pusaran cinta

Begitu membius mata bergelayut manja di pelupuk mata yang tak puas memandang sekotak panorama keindahan alam

Menjelma dalam tirai-tirai kesejukan sentuhan angin yang melembut diantara pepohonan yang menyembunyikan irama alam

Kecupan mentari yang mulai meninggi membiaskan warna di air terjun menggurat senyum manis mentari menyapa pagi ….

 

Kidung alam yang mulai terdengar bersahutan dengan suara cicit burung menjadi kombinasi rona yang berbeda

Hembuskan angin tuk menyampaikan gita alam yang terangkum dalam not-not yang menguntai seperti serpihan hati

Hanya puja pada Ilahi, semua isi alam berpesta pora menyambut pagi dalam tali rasa yang saling bertaut

Kini di air terjun yang tetap mengalir kembali menyemai pagi di antara pinus-pinus yang tetap berayun berpendar mengeja keagungan Ilahi.

Cirebon, 19 Oktober 2017

Alam Indonesia yang indah seperti nyanyian alam

Sumber gambar : http://jatengpos.co.id

 


Kirim Puisi Tanpa Login

Dibaca 52 x, hari ini 1 x

Post Comment