isi Halaman
Home / Puisi / Pagi Di Dua Dunia

Pagi Di Dua Dunia

Kerlip mentari mulai tampak menyambut pagi ini

Jendela alam mulai terbuka dengan pesona yang kerap membuncahkan linangan senyuman….

Senyum kutebar dalam pesona alam di tepi pantai

Menyeruak  di kaki cakrawala , semburat kuning keluar sembunyi-sembunyi

Di pelataran rumah kupandang air yang menenangkan jiwa dengan kelembutan sepoi angin…

Dimanjakan alam yang sarat dengan keindahannya

Bergelut dengan pagi yang mulai merekah dan mulai menanjak siang

Tak pernah lelah alam memanjakan dan menyajikan dentingan nyanyian alam

Betapa alam telah melukiskan dalam gambaran alam yang indah

Inilah Indonesiaku…..

 

Tapi lihat di belahan timur

Masih banyak pengantar duka di tiap ruang –ruang hati setiap insan

Yang terpenjarakan oleh kedukaan panjang peperangan yang tak pernah berhenti dengan suara dentuman mesiu …

Atas nama keyakinan yang malah membunuh sesama manusia yang  tak berdosa

Bahkan pagi menjelang suara mesiu sudah menggema dalam lorong-lorong rumah

Entah sampai kapan ini berakhir….

Bulir-bulir derita panjang yang selalu menyambutmu dan bermandikan teriakan-teriakan ketakutan

Tak mungkin mereka merajuk di saat genting terkecuali ada insan yang mau bersama-sama berdamai dalam cinta Allah

Masih saja peperangan berlanjut di belahan timur….

 

Cirebon, 8 Maret 2018

sumber gambar :https://www.plukme.com


Kirim Puisi

Dibaca 66 x, hari ini 1 x

About Hastira

4 comments

  1. pagi-pagi makin nyejukin hati dengan baca puisi..
    ^_^

  2. Pagi di kantor udah baca puisi di sini aja
    walau kadang otak saya di bkin bingung sama kalimat2 di puisi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Kosong

Pandangan ku kosong. Ku lihat ke jendela. Ku pejamkan mata. Tiada apa ...