Menit Jakarta II

 

macet

sinar surya menyelinap disela pencakar langit
bunyi derap langkah bersahutan turun dari kereta
mesin dari kotak besi reyot menyembur asap bau sangit
ribuan pasang roda menggilas aspal jalanan ibukota

peluh bercucuran didahi para pengendara
menahan sengatan panas didalam setiap ruang
sesekali jam tangan menjadi sasaran tatap mata
resah menyelimuti hati khawatir terlambat datang

sudah sekian puluh menit roda tak segera berputar
mengantri menunggu giliran untuk sekedar berlalu
dibawah tiang lampu merah yang lambat berpijar
terjebak diseputar simpang jalan dari empat penjuru

menit jakarta seakan merambat pelan
saat terpasung di sepanjang perjalanan
membuang waktu dipagi hari sudah biasa
menikmati hidangan rasa kesal didada

sampai kapan wajah jakarta akan berganti
sudah sekian lama tak kunjung berubah
macet dijalan seakan menjadi tradisi
makin hari mengapa justru makin parah

masih adakah sosok pemimpin yang peduli
sedikit mengurai simpul benang kemacetan
tak perlu lagi mengumbar ribuan janji
bila memang tak mampu mewujudkan harapan

.oOo.


Kirim Puisi Tanpa Login


Dibaca 78 x, hari ini 1 x

Post Comment