Zaman Edan

  selamat datang di zaman edan. yang jujur ditendang, yang curang disayang aturan jadi mainan para petinggi demi lancarnya setoran dan upeti hukum harusnya dijaga agar tetap tegak tapi nyatanya malah diinjak-injak politisi sok tampil seperti layaknya kiai mengaku kiai…
“JUJUR?”

Jujur selalu? Ah, jangan naif begitu apalagi disertai kekasaran itu meski sesuai maumu hanya agar mereka tahu semua isi benakmu Persetan dengan sopan-santun palsu bagai munafik yang berlaku   Jujur selalu? Ya, kamu merendahkanku yang memilih diam membisu bak pengecut…
“TERUNTUK #ALEPPO”

Di satu sisi dunia, semua ceria jalani hidup seperti biasa di bawah cerahnya angkasa   Di sisi lainnya, banyak yang terluka kehilangan dan penuh duka lari dan sembunyi, bertaruh nyawa   Di mata media, ada ragam cerita Ada yang percaya…
“SAAT JUMAWA BERTAHTA”

Ancamanmu begitu nyata saat kau akhirnya di singgasana Wahai, Sang Raja Hati-hati dengan ucapanmu, Baginda walau kau merasa seputih istana Kau berharap tunduknya dunia hanya karena kau begitu kaya Kini kau makin berkuasa merasa bebas semena-mena Kau pikir kaulah segalanya…
Jakarta, Bangunlah Dari Tidurmu..

Jakarta… mungkin aku datang pada saat yang tidak tepat manakala kau sudah terlalu lama tertidur pulas dibalik gemerlap indah wajahmu begitu memikat namun geliat tubuhmu telah jauh melompati batas meja-meja para birokrat terjejali uang curian yang mereka peras dari keringat…