separuh mimpi separuh nyata parasmu hadir kuak pesona merasuki ruang hati telah berwarsa terkungkung sunyi dalam bingkai maya indrawi merajut sutera kenangan jingga libat jalinan kalbu manusiawi ubah gulana binar…

tentang kamu rikma kamu legam kemilau sentuh hasrat aku gerai semerbak harum nawastu buat aku berandai-andai tentang kamu mata kamu tajam berbinar tatap hasrat aku kagumi kamu asa kita menyatu…

aku mendengar alunan simfoni hari tiada perlu aku membeli aku berhenti mendengarkan pemutaran musik melalui daun dari satu pohon ke yang lain angin mengawali  biolanya menggunakan kayu cendana sebagai gendewa melela…