Oh, cemburu Cinta berbelenggu Perasaan memiliki itu mengubah rela menjadi paksa menjajah sesama manusia yang harusnya bahagia bukan curiga bahkan murka hingga gelap mata Serasa properti sesak setengah mati sulit…

Jujur selalu? Ah, jangan naif begitu apalagi disertai kekasaran itu meski sesuai maumu hanya agar mereka tahu semua isi benakmu Persetan dengan sopan-santun palsu bagai munafik yang berlaku   Jujur…

Di satu sisi dunia, semua ceria jalani hidup seperti biasa di bawah cerahnya angkasa   Di sisi lainnya, banyak yang terluka kehilangan dan penuh duka lari dan sembunyi, bertaruh nyawa…

Mereka kerap hanya ada berkumpul saat bahagia Senyum dan polah si mungil di depan mereka ibarat tontonan belaka   Ada yang tidak puas selalu ingin lebih, bahkan hingga tandas Mengaku…

Ada saat mulut berucap atau jemari lincah menari di atas papan ketik laptopmu atau ponsel terbaru   Apa yang keluar?   Pekerjaan? Gosip dan gunjingan? Informasi atau lelucon basi? Ekspresi…

Bagimu, aku terlalu banyak bicara meski berupa tulisan di social media Ah, bukan aku satu-satunya Sadar atau tidak, kamu juga sama Bagiku, aku punya hak serupa Sungguh, tak perlu kau baca…