Home / Fiksi / Puisi (page 20)

Puisi

“DOA UNTUK SESOSOK ARWAH”

alone ship

Tidur, tidurlah dengan tenang di peristirahatan terakhirmu, wahai kawan Biarlah dirimu menjadi indahnya kenangan di suatu masa, di relung hatinya Tidurlah dan semoga tiada gundah Semoga cukup doa penenang para arwah Semoga tiada lagi resah Percayalah, dia akan baik-baik saja ...

Read More »

Senggigi, Aku Datang Padamu

senggigi

Diantara dedaunan yang tampak bergoyang indah Tampak hamparan laut nan membiru luas tanpa batas Selaras dengan banyak kerinduan akan angin laut yang belum menyapa sejak tadi Walau sore sudah mulai beranjak tapi satupun desiran angin belum datang Membuat senyap di ...

Read More »

“ADUH!”

alone

Semalam kulihat kau Ah, dasar sial! Mengapa pula harus begitu? Memang, sudah lama kita tidak bertemu Seharusnya aku sudah kebal   Aku ingin segera membuka mataku Entah kenapa, berat rasanya Kau masih begitu nyata dan mengapa aku tampak bahagia? Seharusnya ...

Read More »

Meniti Jembatan

jembatan rusak

Bertaut tangan meniti jembatan yang semakin hari semakin aus Tuk mengais ilmu dengan sejuta kesulitan Bertautkan janji akan dibangun jembatan baru tapi entah kapan Hanya menungu dengan kesabaran , walau entah sampai kapan Kaki-kaki polos tak bersepatu melewati jembatan aus ...

Read More »

Beranjak

Lihatlah dirimu Semakin terpuruk dalam kesedihan Mau sampai kapan? Tubuhmu memberi pertanda Bahwa kau terlalu keras kepala Sudahlah.. Jangan terlalu lama berduka Kau berhak bahagia Cintailah dirimu sendiri Sebab dahulu terlalu mencintai orang lain Hingga lupa akan keadaan diri Sadarlah.. ...

Read More »