Sendiri Dalam Keterasingan

ketika aku bersamamu, dengan dia, mereka dan siapa saja aku tak mengerti mengapa aku merasa seperti seorang diri kanan, kiri, muka, belakang, atas dan bawah semuanya sama apakah aku tengah bermimpi atau terdampar ke ruang misteri semut merah dan semut…
Hendak Kau Bawa Kemana Negeri Ini?

aku ingin bertanya kepada puncak cemara kemanakah arah hujan ‘kan membasah mengapa telaga biru masih saja kau tuju sementara pelataran kering tak terjamah kudengar rangkaian misi membangun kerangka besi sedangkan jembatan kayu rapuh kau biarkan rubuh membuka jalur kereta kencana…
Orang Memanggilku Jokowi

orang memanggilku jokowi yang katanya menjadi presiden RI aku terlahir di antara serpihan kayu yang diserut oleh bapakku ibuku hanya inginkanku menjadi lilin yang senantiasa menerangi kamarku yang pengap dan sempit membuatku terbiasa hidup sulit akupun tak pernah bermimpi untuk…
Terjatuh ke Titik Nadir

tak sadarkan diri akan gemerlap mahkota di atas kepala seiring langkah bersama menuju meja perundingan rahasia dua wajah yang bersembunyi di balik topeng pahlawan rakyat selembar baju kebesaran telah merobek kemurnian martabat seorang yang sedang terbentur dua kepentingan yang berbeda…
Yang Tersisa dari Tanah Papua

terpendam dibawah pelataran bumi timur kami berada saat mentari pagi menyinari tubuh berselimut salju sejuk udara nyaman di puncak bukit mencakar angkasa sebagai kenangan empat dasa warsa yang jauh berlalu sesungguhnya kami adalah bayi dalam rahim ibu pertiwi semestinya ‘kan…
“HENTIKAN!”

Hentikan! Aku sudah lelah dengan semua ini muak dengan segala kekerasan sakit yang tanpa henti   Hentikan! Mau sampai kapan kita semua begini? Lagi-lagi ajang mencari kesalahan tiada beda dengan yang memang ingin menyakiti   Hentikan! Kekerasan hanya menghasilkan benci…
RATAPAN ILALANG

aku melihat kabut putih membubung diatas nyala api yang menjilat-jilat merayapi ranting sambung-menyambung hamparan langit berselimut makin pekat burung dan belalang berlarian kesana kemari sekadar mencari tempat ‘tuk bersembunyi pucuk-pucuk daun cemara tak terlihat lagi berganti suasana alam yang diam…
“TIDURLAH, TIDUR…”

Selamat malam, sayangku. Tidurlah yang lelap, meski banyak yang menggayuti benakmu. Berusahalah untuk nyenyak.   Esok ‘kan datang. Hari lain ‘kan kita jelang. Untuk saat ini, biarkan jiwamu bebas mengembara ke dunia mimpimu yang seluas alam raya… R. (Jakarta, 29…
Dibawah Kibar Bendera

aku ingin bertanya kepada diriku sendiri masih pantaskah orang menyebutku patriot apalagi punya rasa nasionalisme yang tinggi sedangkan cara berpikirku masih kolot sekadar berdiri bermandi cahaya matahari sambil merapatkan jemari menempel di dahi menginjak rumput kering di lapangan bola patuh…
Tikuspun Bilang Muak Pada Korupsi

kau bilang MUAK pada korupsi aku bilang MUAK pada korupsi mereka bilang MUAK pada korupsi semua bilang MUAK pada korupsi tapi yang pernah bilang muak pada korupsi mereka pula yang kemudian masuk bui kau tanya mengapa bisa terjadi? karna mereka…