Udara pagi tersaput debu turun menyelimuti atmosfir kota jakarta
lelaki itu segera bangkit dari tidur dan bersiap berangkat kerja
di meja makan nampak istrinya dengan setia mengoleskan mentega
disela setangkup roti bakar dan secangkir kopi panas santapan pagi suaminya
kendaraan roda empat berlambang kuda jingkrak terparkir di garasi
merah mulus mengkilat terpantul dari bodi mobil mewah itu
lelaki muda itupun sudah nampak rapi mengenakan jas hitam berdasi
sesaat kemudian dia memacu mobil kesayangannya melewati pagar pintu
selang setengah jam kemudian dia sampai di jalan jendral sudirman
gedung bertingkat dimana biasanya dia bekerja terlihat di lajur kanan
namun ternyata dia tidak berbelok dan malah tancap gas melajukan mobilnya
menuju sebuah rumah mungil ditengah jantung kota tak jauh dari tempat kerja
disana sudah menunggu seorang gadis muda usia di depan pintu
tubuhnya ramping kulitnya putih mulus dengan wajah secantik bidadari
senyumnya yang manis merekah menyambut kedatangan lelaki itu
segera di langkahkan kaki menuju mobil dan merekapun melepas rindu
begitulah jakarta, apa yang nampak belum tentu yang sebenarnya
dalam menit jakarta, semua bisa berubah dan merubah semuanya
waktu menjelang sore, lelaki itupun mengantar kekasihnya kembali ke rumah
setelah puas seharian bermesra sambil membawa belanjaan barang mewah
sebelum berpisah gadis itu selalu meninggalkan ciuman di pipi dan bibirnya
sebagai wujud rasa cinta tanpa peduli urusan rumah tangga kekasihnya
lelaki itupun segera kembali memacu mobilnya pulang kerumah
jalanan sudah mulai macet diputarnya lagu lagu berirama syahdu
mengiringi suasana hati nya yang sedang berbunga merekah
sehabis bertemu dengan kekasih hatinya yang cantik dan muda itu
kemudian sampailah dia di depan pagar rumahnya saat hari mulai malam
salah seorang pambantunya berlari tergopoh membukakan pintu
digarasinya tampak kosong, mobil istrinya tak terlihat didalam
lelaki itupun bertanya kepada pembantunya, “kemana nyonya mu?”
segera dijawabnya,” baru saja keluar, tuan”
lelaki itu jadi curiga, malam malam istrinya pergi keluar rumah
diapun segera memutar mobilnya dan berbalik arah
dan benar juga, tak lama kemudian terlihat mobil warna putih
lelaki itu terus mengikuti kemana istrinya itu mau pergi
mobil putih itu kemudian berbelok dan berhenti didepan sebuah lobby hotel
mata lelaki itu tak berhenti berkedip memantau apa yang kemudian terjadi
dilihat istrinya turun menemui seorang lelaki muda sedang pegang ponsel
sejenak keduanya saling menyapa mesra seakan melepas keriduan di hati
berkali kali istrinya mengumbar senyum tawa sebagai tanda kemesraan
namun apa yang terjadi kemudian sungguh sangat mengejutkan
tiba tiba istrinya itu menggandeng tangan lelaki itu sambil melangkahkan kaki
berpeluk mesra keduanya menuju ke arah sebuah lift disudut ruang sebelah kiri
lelaki itu terdiam dan hanya bisa menggeleng gelengkan kepala
merasa dirinya juga bersalah, telah melakukan hal yang sama
begitulah jakarta, apa yang nampak belum tentu yang sebenarnya
dalam menit jakarta, semua bisa berubah dan merubah semuanya