Hujan Yang Biasa Turun

Hujan Yang Biasa Turun
Puisi : Edy Priyatna

Airmu menimbun di ubun-ubun
menyusuk terus kerongga dada
ketika reda masih terasa rintik
di hati berteriak dalam sunyi
di jantung genangan rindu
tanpa tiada meniris

Airmu menimbun wajah malam
dan suara deras hujan dalam sajak
curahan hati mungkin perih
tanah digali terangkat dari dalam
ilmu yang tak kan pernah selesai
walau pagi maupun musim berganti

Airmu adalah ujian sepanjang masa
tentang suasana gelap
meski pohon-pohon tumbang
badai membelah bumi
tetap kutatap malam
dan kutatap penutup hujan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

1 Komentar